BALI, Balipolitika.com – BMKG mengingatkan bahaya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Namun bencana sudah terjadi di Karangasem, Bali.
Banjir bandang terjadi di area Manggis, Karangasem, dan merendam wilayah tersebut, karena sungai meluap. Hal ini usai hujan deras yang tak kunjung reda, pada Kamis 11 Desember 2025.
Sejumlah video pun viral di media sosial, bahkan ada beberapa warga yang menyelamatkan tak hanya kendaraan tetapi juga hewan ternaknya.
BPBD Karangasem sudah menerjunkan tim untuk menuju lokasi. Kepala Pelaksana BPBD, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menyebut akses menuju beberapa titik masih terhambat.
Ia pun mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat aliran sungai.
Air sungai yang meluap juga merendam setra (kuburan) di Banjar Babakan, Desa Gegelang, Kecamatan Manggis, Kamis (11/12).
Menurutnya hal itu karena volume air yang meningkat begitu cepat akibat hujan deras, membuat air sungai setempat meluap dan menggerus tanggul.
Dampak dari luapan air sungainya mengakibatkan tanggul atau bronjong dan jalan pelintas tergerus air. Sementara banjir juga menyebabkan jalur Amlapura-Denpasar tepatnya di Banjar Dinas Pangitebel, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem macet.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam terhadap perkembangan Bibit Siklon Tropis 93S yang saat ini terdeteksi di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Meskipun sistem ini perkiraan bergerak menjauhi wilayah Indonesia, BMKG mengingatkan potensi dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat di beberapa wilayah dalam beberapa hari ke depan.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa dampak tidak langsung 93S mengakibatkan beberapa wilayah, antara lain Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT), berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Selain itu, gelombang tinggi kategori sedang (1,25 – 2,5 m) berpotensi terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga NTT, perairan selatan Jawa Timur, serta Selat Bali–Lombok–Alas bagian selatan. (BP/OKA)













