BADUNG, Balipolitika.com– Mengenang jasa-jasa para pahlawan pendahulu bangsa serta menanamkan semangat kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme, Wakil Ketua II DPRD Badung, I Made Wijaya, S.E. menggelar aksi bagi-bagi Bendera Merah Putih di area Pandawa Water Sport, Jalan Pratama, Benoa, Kuta Selatan, Sabtu, 16 Agustus 2025.
Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Badung itu menilai Bendera Merah Putih adalah simbol negara Indonesia yang melambangkan semangat kepahlawanan, patriotisme, dan nasionalisme.
“Merah melambangkan keberanian, jiwa, dan tubuh manusia. Putih melambangkan jiwa, kesucian, dan kehidupan spiritual. Bendera ini pertama kali dijahit oleh Ibu Fatmawati, istri Presiden Soekarno pada tahun 1944. Bendera Merah Putih secara resmi dikibarkan pada saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945,” ucap I Made Wijaya.
Selain bagi-bagi 150 buah Bendera Merah Putih, para kader dan simpatisan Partai Gerindra di wilayah Tanjung Benoa juga menggelar aksi peduli lingkungan berupa beach clean up atau bersih-bersih pantai di area Pandawa Water Sport.
“Dalam rangka turut memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80, kami para kader dan simpatisan Gerindra Tanjung Benoa juga mengemas kegiatan guna meningkatkan peran para pemuda dan anak-anak untuk lebih peduli pada lingkungan lewat aksi bersih-bersih pantai, terutama sampah plastik,” terang Yonda- sapaan akrab I Made Wijaya.
Menarik minat peserta, khususnya kalangan pemuda, Yonda menyebut panitia menyiapkan banyak doorprize yang dikemas dalam beragam permainan.
Acara dimulai dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya kemudian dilanjutkan dengan pembagian makanan bergizi bagi anak-anak.
“Menu makanan yang dibagikan antara lain berisi telur rebus dan ayam kremes sebanyak 150 kotak lengkap dengan nasi putih untuk anak-anak. Juga 150 kotak susu untuk mendukung program Badan Gizi Nasional,” tegasnya.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa anak-anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga penanaman rasa nasionalisme dan patriotisme harus ditanamkan sejak kanak-kanak dalam rangka memperkuat fondasi cinta tanah air serta bangsa.
Selain mengemban amanah sebagai Wakil Ketua II DPRD Badung masa bakti 2024-2029, Yonda yang juga dipercaya sebagai Bendesa Adat Tanjung Benoa dikenal visioner.
Selaku Bendesa Adat Tanjung Benoa sejumlah program yang digagas Yonda terbukti menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program-program dimaksud antara lain Program Kelayu Sekar, yakni program santunan kematian senilai Rp15 juta berupa banten upakara.
Selain itu, menjelang hari raya Galungan dan Kuningan serta hari raya Nyepi, Desa Adat Tanjung Benoa yang dikenal dengan wisata bahari nan eksotis itu rutin membagikan daging ayam dan babi lengkap dengan uang bumbu.
Hal ini merupakan upaya nyata dalam meringankan beban krama 4 banjar di Desa Adat Tanjung Benoa dengan jumlah kepala keluarga (KK) mencapai 830 KK.
Baru-baru ini, Yonda juga memberangkatkan sebanyak 40 orang pecalang se-Desa Adat Tanjung Benoa tirta yatra ke sejumlah tempat suci di Banyuwangi, Jawa Timur.
Tirta Yatra para pecalang atau petugas keamanan adat tradisional di Bali yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah desa adat secara tulus ikhlas alias ngayah ini dilepas bertepatan dengan hari Umanis Galungan, Kamis, 24 April 2025.
“Beliau para pecalang tangkil tirta yatra ke Gumuk Kancil, Candi Merak, Pura Agung Blambangan, dan Alas Purwo. Ada 40 orang pecalang yang ikut dalam tirta yatra kali ini,” ungkap Yonda kala itu sembari menjelaskan tirta yatra tersebut bukan yang pertama kali dilakukan, melainkan sudah merupakan rutinitas tahunan.
“Kegiatan tirta yatra ini rutin kami lakukan. Selain pecalang, kami juga fasilitasi untuk para serati maupun kelian adat di Desa Adat Tanjung Benoa. Kegiatan spiritual ini juga merupakan aspirasi dari masyarakat yang disampaikan kepada kami selaku wakil rakyat di DPRD Badung,” tutupnya. (bp/ken)












