TABANAN, Balipolitika.com– Berstatus Pulau Surga dan destinasi pariwisata internasional, Provinsi Bali ternyata mengoleksi banyak siswa dari keluarga miskin plus super miskin.
Jumlah siswa miskin yang tak tertampung di Sekolah Bali Mandara yang pernah dipreteli keistimewaannya dan dicap sebagai produk gagal oleh Gubernur Bali, Wayan koster walau berulangkali mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, ternyata masih banyak.
Buktinya, gedung baru Sekolah Rakyat yang dialokasikan untuk 270 siswa, kini diserbu 400 pendaftar.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf merinci alokasi tahun ajaran baru semula dipatok hanya sebanyak 270 siswa.
Namun data pendaftar se-Provinsi Bali meledak hingga menembus angka mutlak 406 anak, meliputi 18 siswa SD, 213 tingkat SMP, dan 175 tingkat SMA.
Fakta tersebut telah diterima oleh Presiden RI, Prabowo Subianto yang berkomitmen segera menghadirkan sekolah dengan sistem serupa untuk menampung para siswa dari kalangan ekonomi lemah di Pulau Dewata.
Dalam kunjungan Sang Kepala Negara ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan pada Minggu, 7 Juni 2026, tampak hadir Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerakan Indonesia Raya (DPD Gerindra) Provinsi Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah.
De Gadjah menyambut kehadiran Presiden Republik Indonesia ke-8, Prabowo Subianto dan menegaskan siap mendukung seluruh program pemerintah pusat yang ditujukan demi pemberdayaan masyarakat Indonesia, khususnya Provinsi Bali.
“Bagi saya, loyalitas bukan saat keadaan baik-baik saja. Loyalitas adalah tetap berdiri, tetap bekerja, dan tetap mengabdi saat tantangan datang silih berganti. Sebuah kehormatan dapat menyambut Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto,” tulis De Gadjah sesuai unggahan di media sosial pribadinya, Senin, 8 Juni 2026.
“Sebagai kader, sebagai anak bangsa, dan sebagai bagian dari masyarakat Bali, kami percaya bahwa pengabdian terbaik adalah menjaga kepercayaan, bekerja tanpa banyak drama, dan memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Loyalitas kami bukan kepada jabatan, tetapi kepada perjuangan untuk Indonesia yang lebih baik,” tegas De Gadjah.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Negara memastikan eksekusi program pendidikan inklusif berjalan sesuai target jaring pengaman sosial.
Presiden mengaku langkah ini bertujuan menegaskan komitmen nyata keberpihakan negara kepada masyarakat kurang berdaya.
“Jadi pembangunan kita sebagai bangsa tujuannya adalah untuk membuat seluruh rakyat Indonesia hidupnya layak, hidupnya baik,” papar Prabowo.
Presiden menuturkan bahwa sektor pendidikan menjadi pilar utama memutus rantai kemiskinan struktural daerah.
Pemerintah pusat menginstruksikan jajaran menteri kabinet bekerja keras membangun fasilitas belajar yang memadai. (bp/ken)












