BULELENG, Balipolitika.com- Aksi pencurian benda sakral kembali menggegerkan warga di wilayah Kabupaten Buleleng pada Kamis sore kemarin. Komplotan pencuri membobol Pura Dalem Kalang Anyar dan membawa lari puluhan bilah perangkat gamelan kuno. Kasus ini menambah daftar panjang aksi kriminalitas yang menyasar tempat ibadah di wilayah Bali Utara.
“Saya melihat pintu bangunan prahyangan sudah terbuka setengah saat hendak melintas menuju toko untuk belanja kebutuhan harian,” ungkap Kelian Pemaksan Pura, Gede Indra.
Gede Indra segera memeriksa kondisi dalam ruangan setelah melihat pintu rolling door yang rusak terbuka. Ia terkejut saat mendapati lima tungguh gamelan gong dan lima pasang cengceng sudah hilang tak berbekas. Kerugian materiil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah bagi pihak krama pengempon pura.
“Setelah saya lakukan pengecekan menyeluruh ternyata sebanyak tiga puluh sembilan bilah gong lama milik warga telah raib,” tutur pria berusia tujuh puluh lima tahun tersebut.
Maling diduga masuk ke area pura dengan merusak kunci pengaman pada gerbang bangunan penyimpanan alat musik tradisional. Warga Desa Panji Anom merasa sangat terpukul karena perangkat yang hilang merupakan warisan leluhur sejak zaman dahulu. Kesakralan instrumen musik tersebut membuat hilangnya barang ini menjadi kehilangan besar bagi spiritualitas krama setempat.
“Gamelan yang hilang itu merupakan benda kuno yang sudah ada dan disucikan sejak saya masih berusia sangat kecil,” jelas Indra dengan nada lirih.
Ratusan warga dari dua dadia segera berkumpul di lokasi kejadian setelah mendengar kabar pencurian alat musik sakral. Mereka bahu membahu melakukan pengamanan ketat terhadap sisa perangkat gamelan yang masih tersisa di dalam pura tersebut. Pihak aparat desa setempat juga segera berkoordinasi dengan kepolisian guna melaporkan tindakan kriminalitas yang sangat meresahkan ini.
“Kami langsung menginstruksikan seluruh krama pengempon untuk berjaga dan mengamankan aset pura yang masih tersisa di lokasi ini,” tegas Indra kepada wartawan.
Perbekel Desa Panji Anom, I Nyoman Mustanda, mengonfirmasi bahwa kasus pencurian ini merupakan peristiwa pertama di wilayahnya. Pihak desa kini sedang mempertimbangkan pengetatan aturan keamanan bagi seluruh pura yang berada di bawah otoritas mereka. Langkah preventif menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak menimpa tempat suci lain di Desa Panji Anom.
“Kejadian ini terungkap sekitar pukul enam sore saat salah satu warga melihat ada kondisi yang janggal di area pura,” ujar Mustanda saat memberikan keterangan resmi.
Tim Satreskrim Polres Buleleng bersama Polsek Sukasada telah melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam sejak Kamis malam. Polisi sedang mengumpulkan sejumlah bukti penting dan meminta keterangan saksi kunci untuk mengidentifikasi identitas para pelaku pencurian. Pihak berwenang berjanji akan mengusut tuntas kasus ini karena telah melukai perasaan umat beragama di wilayah Buleleng.
“Pihak desa akan segera memasang kamera pengawas atau CCTV untuk memperkuat sistem keamanan pada setiap sudut area pura tersebut,” tambah Mustanda. (BP/CHA).











