cerpen
-
Sastra
Balada Mantra Pembungkam
DI NEGERI Gemah Ripah Loh Jinawi, hiduplah rakyat yang lihai sekali berbisik. Bukan karena bisikan itu indah, tapi karena, “Ssst!…
-
Sastra
IJAZAH PAK IDRIS
PAK IDRIS tidak memahami apa yang sedang diributkan orang-orang akhir-akhir ini. Dia hanya sering melihat di televisi orang-orang sedang ramai…
-
Cerpen
Jarah
Kamis siang, langit Kota Sine Qua Non pecah kaca. Hujan berhamburan. Desau desing campuran air dan gema. Luka dan melukai…
-
Sastra
Ingatan dari Rahim Ibu
SEBELUMNYA aku tak tahu dunia itu seperti apa, karena sebelumnya aku hanya mendengar segalanya melalui rahim ibu. Aku berasal dari…
-
Sastra
Ketika Magenta Berani Melepas Jemari
DUNIA bergemuruh, sebuah dengungan familiar dan konstan di bawah jemari Magenta. Layar-layar menyala, notifikasi berbunyi, dan guliran tak berujung di…
-
Sastra
Titah dari Langit
JELAS ini bukan salahku. pemecatan Dian sebagai kepala HRD di perusahan ini semata-mata karena kesalahannya. Dia tidak mengikuti aturan yang…
-
Sastra
Lelaki dalam Cangkang
ANGIN berdesir pelan di sela jendela kayu yang catnya mulai mengelupas. Di sudut ruangan yang remang, seorang lelaki duduk terpaku memandang…
-
Sastra
Rayap Besi
LAUT malam beludru hitam tersobek ombak dan angin. Di kejauhan, lampu samar dari kapal tanker raksasa berpendar laksana lentera di…
-
Sastra
Si Tua Buyung yang Lupa Cara Berdakwah
BUYUNG meluncur ke luar masjid ketika orang-orang miskin di kampung itu masih terlelap dalam mimpi. Langit selepas subuh berwarna biru…
-
Sastra
Bersama Bung Chairil
“Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari berlari Hingga hilang pedih perih” Chorus (AKU,…









