Puisi
-
Puisi-Puisi Nur Indah Sutriyah
Pilah i kau datang dengan musim yang menggigilkan tubuh membawa keluhan serupa gumpalan kabut ruang klinik adalah altar paling sunyi…
-
Puisi-Puisi Tan Pajar
WARNA MERAH Warna merah sebentar lagi akan pergi berlibur, ke kota merah Warna merah sudah kembali dari berlibur ke kota…
-
Puisi-Puisi Dzikron Rachmadi
MEMOAR TANAH HARAPAN : Palestina “Lantas, di mana lagi musti Kaugelar Langit berbintang sebagai selimut tidur Mahatenang, bila di atas…
-
Puisi-Puisi De Eka Putrakha
Mencari dan Mengulang pada tempat yang pernah kukunjungi aku meninggalkan kenangan kelak kerinduan menjadi alasan kembali menempuhi jejak pencarian diri…
-
Puisi-Puisi Zikri Amanda Hidayat
Putri Malu Cinta bersemayam di sepasang mataku Lalu khusyuk hendak menangkap tatapanmu Kau bagai bunga putri malu Kuncup, ketika suaraku…
-
Puisi-Puisi Ahmad Rizki
Duh, Mutia laki-laki dan perempuan adalah dua kabut yang berkabung dalam bahasa: sunyi yang berdesakan di halte bus kota sebuah…
-
Puisi-Puisi Dewis Pramanas
AKU MENCINTAIMU DENGAN SABAR perjalanan kita masih panjang seperti lautan yang tiada bertepi aku bahkan masih belajar pada ombak bagaimana…
-
Puisi-Puisi Lusa Indrawati
Patah Sebab patah adalah jatuh Hati teriris kesedihan luruh Sebab patah adalah Menanam benih harapan Tumbuh menjulang Memetik rasa sakit…
-
Puisi-Puisi Yoga Dzulkarnain
MALMING Malming menggigil memanggilmu tanpa satu pelukan bertamu hening membingkai perjumpaan yang telah layu di pintu gerbang para pelacur kata…









