Puisi
-
Puisi-Puisi Putu Oka Sukanta
SAMPAH REPUBLIK Di kala negeriku gelap Rumah mewah itu gemerlap Di kala rakyat kelaparan Mereka muntah kekenyangan Di kala masyarakat…
-
Puisi-Puisi Zajima Zan
Orang-orang Aikmel Leluhur kami orang lang-lang, prajurit Selaparang yang mengikat dendam di kening yang melingkarkan mantra-mantra di sarung kelewang Ketika…
-
Puisi-Puisi Riska Widiana
WANITA YANG TAK BERHENTI BERLARI Mimpi-mimpi menumpuk bagai guguran daun Di dalam kepala yang bundar Katanya, sambil menyalakan api Pagi-pagi…
-
Puisi-Puisi M.Z. Billal
PELUKAN-PELUKAN YANG KITA LEPASKAN KEMARIN adalah pertanyaan-pertanyaan yang kita kurung dalam sangkar dada lalu menjelma burung-burung kenari. barangkali untuk waktu…
-
Puisi-Puisi M Abdul Roziq
SAJAK YANG DIPATAHKAN Kau dulu bangga jadi kursi. Dibuat dari kayu jati terbaik hutan utara, dipernis oleh tangan-tangan tukang yang…
-
Puisi-Puisi Khaerul Majdi
Januari kayu-kayu bakar, telah raib didahar api di tungku perapian nenek saat menanak nasi di bawah atap dapur tua pagi…
-
Puisi-Puisi Firman Fadilah
POLISI DAN KAMERA Seorang polisi berdiri di tepi perempatan mengatur lalu lintas, seragamnya masih licin, wangi dan maskulin, pluit ditiupkan,…
-
Puisi-Puisi Gm. Sukawidana
UPACARA KELAHIRAN (1) itu matahari menanjak sampai ke puncak meru di padang kuru lahir bayang anak lanang menunggang kuda dewa…
-
Puisi-Puisi Sthiraprana Duarsa
MONUMEN BOM BALI Apakah Tuhan menangis atau tertawa Ketika anak Tuhan membunuh anak Tuhan lainnya dengan mengatasnamakan Tuhan Ini musim…
-
Puisi-Puisi Pitrus Puspito
Perempuan Dengan Luka di Dadanya Dia menunggu. Dia akan merayakan kerinduan tanpa mengundang seorang pun. Dia juga telah mengusir binatang…









