JAKARTA, Balipolitika.com- Bek tangguh Tim Nasional Sepak Bola Indonesia, Justin Hubner, menyerukan seruan terbuka kepada segenap pendukung setia Garuda agar membakar nyali lawan dengan memenuhi seluruh sudut tribun Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Seruan tersebut dilontarkan sang palang pintu jelang bentrokan hidup-mati kontra Thailand pada partai pamungkas FIFA ASEAN Cup 2026, Senin (5/10/2026) malam WIB.
Pemain bertahan yang kini merumput bersama klub Eredivisie Fortuna Sittard tersebut memaparkan bahwa kehadiran lautan suporter di Senayan bukan sekadar pemanis laga, melainkan suntikan moral krusial demi meruntuhkan mental tim lawan sekaligus mengakhiri dahaga trofi juara regional yang telah lama dinanti publik tanah air.
Langkah armada Merah Putih menginjak gelanggang final terbilang dramatis. Pasukan racikan juru taktik John Herdman sebelumnya sukses menyegel posisi juara Grup A usai menggasak Bangladesh dengan skor mencolok 9-2 pada laga pamungkas penyisihan grup, Kamis (1/10/2026). Gelontoran gol masif tersebut membuat kalkulasi agresivitas memasukkan bola Indonesia membengkak drastis hingga sukses menyingkirkan rival abadi, Malaysia.
Menatap duel akbar kontra Thailand—yang melenggang mulus sebagai pemuncak Grup B setelah menggilas Pakistan 4-0 dan menundukkan Vietnam 2-0—Hubner mengingatkan bahwa loyalitas suporter semestinya tidak luntur oleh profil negara yang dihadapi timnas di atas lapangan hijau.
Palang pintu kelahiran Den Bosch berusia 23 tahun itu tidak bungkam saat menyinggung fluktuasi jumlah penonton yang sempat menyusut pada babak penyisihan lalu.
“Sejujurnya, saya berharap stadion penuh. Bukan karena kami bermain melawan Bangladesh lalu hanya ada 30 ribu penonton, dengan segala hormat,” tegas Hubner saat membeberkan harapannya terkait atmosfer pertandingan.
Pihaknya menuturkan, intimidasi positif dari gemuruh puluhan ribu pasang mata di bangku stadion merupakan senjata tambahan yang sangat dibutuhkan para penggawa Garuda untuk mematahkan dominasi kesebelasan Negeri Gajah Putih.
Hubner menekankan bahwa militansi suporter semestinya hadir konsisten tanpa memilah-milah status maupun peringkat tim yang diundang bertanding ke Jakarta. Baginya, komitmen pemain mengenakan lambang Garuda di dada harus dijawab dengan animo serupa dari tribun penonton.
“Saya berharap stadion penuh. Bila kami bermain melawan Bangladesh, Argentina, Brasil, atau siapa pun, saya berharap stadion penuh,” tambahnya menegaskan.
Laga puncak awal pekan depan menjadi momentum emas bagi skuad Merah Putih untuk menghapus rekor kelam spesialis peringkat kedua di panggung sepak bola Asia Tenggara. Lewat soliditas tim dan sokongan penuh suporter di kandang sendiri, armada besutan John Herdman bertekad menepis segala prasangka serta menutup turnamen dengan merengkuh mahkota juara perdana. (BP/CHA).













