BADUNG, BALIPOLITIKA.COM — Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) World Convention 2026 mempertemukan sekitar 1.400 delegasi dari 47 negara di Bali International Convention Center (BICC), The Westin Resort Nusa Dua, Bali, pada 12–15 Agustus 2026.
Konvensi tersebut menjadi bagian dari momentum 50th Jubilee FGBMFI dan mengusung tema “One Fire, One Vision for Acceleration”. Tema tersebut menekankan semangat pelayanan, penyatuan visi, serta percepatan pergerakan FGBMFI di kalangan pengusaha dan profesional.
“Mengusung tema One Fire, One Vision for Acceleration, pertemuan ini menjadi momentum bagi FGBMFI untuk menyalakan kembali semangat pelayanan, menyatukan visi, dan mempercepat pergerakan di dunia bisnis dan profesional,” jelas Dalie dalam konferensi pers di Nusa Dua, Badung, Selasa (11/8/2026).
Menurut Dalie, penyelenggaraan World Convention 2026 di Bali juga menjadi bagian dari upaya membangun citra positif dan berkelanjutan bagi para pengusaha dan profesional dari berbagai negara yang hadir.
Kehadiran sekitar 1.400 delegasi internasional tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat jejaring global FGBMFI, tetapi juga memberikan dampak positif bagi Bali sebagai tuan rumah melalui berbagai aktivitas dan interaksi selama peserta berada di Pulau Dewata.
Sejumlah tokoh dari kalangan rohani dan profesional dijadwalkan mengisi rangkaian kegiatan. Di antaranya Romo Koko, Ps. Juan Mogi, Ps. Rubin Adi Abraham, Ps. Harliem Salim, Ps. Lito Samsriwi, dan Ps. Timotius Arifin.
Sementara dari kalangan bisnis, pembicara yang dijadwalkan hadir antara lain Batara Sianturi, CEO Citi Indonesia, serta Anthony Putiray dari Tamara Corporation, bersama sejumlah pembicara lainnya.
FGBMFI memberikan perhatian terhadap pengembangan anggotanya secara utuh, mencakup kehidupan rohani, keluarga, pekerjaan, hingga kehidupan bermasyarakat. Melalui pendekatan marketplace, organisasi mendorong para anggotanya membawa nilai-nilai iman, etika, integritas, dan kepemimpinan ke dalam profesi serta lingkungan tempat mereka berada.
Dalam konferensi pers tersebut, panitia juga menegaskan bahwa FGBMFI bukan organisasi gereja dan tidak berafiliasi dengan denominasi gereja tertentu maupun partai politik. FGBMFI merupakan fellowship bagi pengusaha dan profesional Kristen lintas denominasi.
Meski demikian, anggota FGBMFI secara pribadi memiliki kebebasan untuk terlibat dalam politik maupun pemerintahan.
Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan FGBMFI dalam membangun komunitas global yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan dunia usaha, tetapi juga mendorong setiap individu memberikan kontribusi bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan di sekitarnya.
World Convention 2026 di Bali sekaligus menjadi ruang pertemuan bagi para pengusaha dan profesional dari berbagai negara untuk membangun relasi, berbagi pengalaman, serta memperkuat visi dalam menjalankan nilai-nilai iman, integritas, kepemimpinan, dan pelayanan di tengah dunia bisnis dan profesional.(bp/ken)














