SINERGI: Siaran pers yang menghadirkan pembicara (ki-ka) Seniman Layangan Bali I Kadek Dwi Armika, Direktur Konservasi, WWF-Indonesia Dewi Lestari Yani Rizki, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Ir. Putu Sumardiana, M.P, dan Ir. R. Andry Indryasworo Sukmoputro, MM sebagai Analis Pengusahaan Jasa Kelautan Ahli Madya di Denpasar, 5 Juni 2026.
DENPASAR, Balipolitika.com– Masyarakat Bali dan para pemerhati lingkungan diajak untuk ikut merayakan World Ocean Day, Coral Triangle Day, serta Road to Ocean Impact Summit melalui berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif yang akan berlangsung di Peninsula Island, ITDC Nusa Dua, Bali, pada 7 Juni 2026 sedari pukul 9 pagi hingga pukul 9 malam.
Kegiatan bertema “Kenali Lautmu, Wujudkan Aksimu” ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), WWF-Indonesia, Konservasi Indonesia, GIZ Indonesia, CTI-CFF, Coral Triangle Center, Yayasan Pesisir Lestari, serta dukungan Coca-Cola Europacific Partners Indonesia.
Melalui tema tersebut, para penyelenggara ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya laut Indonesia sekaligus mendorong lahirnya aksi nyata dalam menjaga kesehatan dan keberlanjutan ekosistem laut bagi generasi sekarang maupun mendatang.
Kegiatan ini juga menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, komunitas, generasi muda, masyarakat umum, dan sektor swasta dalam memperkuat upaya konservasi laut, pengelolaan sumber daya kelautan berkelanjutan, serta penanganan sampah laut.
Rangkaian peringatan ini tidak hanya berlangsung di Bali. Sejak pertengahan Mei hingga 7 Juni 2026, berbagai aksi untuk laut telah dan sedang dilaksanakan di 17 lokasi di Indonesia, yaitu Jakarta, Tangerang, Surabaya, Bali, Alor, Kupang, Wakatobi, Derawan, Moa (Maluku Barat Daya), Paloh, Makassar, Sulawesi Tengah, Teluk Jor (Lombok Timur), Palopo, Labuan Bajo, Teluk Saleh, dan Ambon.
Kolaborasi tersebut turut melibatkan berbagai organisasi dan komunitas lain, antara lain Save The Children, Delterra, EcoNusa, Marine Buddies, dan Plastic Free Ocean Network.
Beragam kegiatan yang dijalankan mencakup program Laut Sehat Bebas Sampah (Laut SEBASAH), Sekolah Pantai Indonesia, penanaman mangrove, edukasi pengelolaan wilayah pesisir, hingga berbagai aksi konservasi lainnya.
Seluruh kegiatan tersebut diarahkan untuk mengubah perayaan menjadi langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan laut Indonesia.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali Ir. Putu Sumardiana menekankan pentingnya masyarakat menjaga ekosistem laut, setelah pengalaman ambruknya sektor pariwisata pada saat pandemi menghantam.
Menurutnya, Bali memiliki kearifan lokal Tri Hita Karana yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Bali yang menjunjung keseimbangan alam, termasuk laut sebagai sumber kehidupan.
Sumardiana memaparkan bahwa masyarakat Bali percaya bahwa laut adalah salah satu unsur yang disucikan, sejalan dengan konsep Segara Kerthi.
Sementara itu, Ir. R. Andry Indryasworo Sukmoputro, MM selaku Analis Pengusahaan Jasa Kelautan Ahli Madya menekankan pentingnya momentum ini, mengingat luas laut Indonesia yang mencapai 2/3 dari seluruh kawasan.
Andry menyoroti penanggulangan kebocoran sampah ke laut, yang menjadi program utama Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Direktur Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil KKP, Ahmad Aris, menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memperkuat gerakan perlindungan laut.
Menurutnya, keterlibatan berbagai mitra, komunitas, generasi muda, dan masyarakat pesisir dari berbagai daerah telah menghasilkan berbagai aksi konkret, mulai dari kegiatan bersih pantai, rehabilitasi ekosistem pesisir, edukasi masyarakat, hingga kampanye pengurangan sampah yang masuk ke laut.
Ia menambahkan bahwa perlindungan laut merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di tingkat lokal.
Sejalan dengan kebijakan ekonomi biru KKP, upaya pengurangan sampah laut, penanganan sampah yang telah berada di laut, rehabilitasi ekosistem pesisir, serta peningkatan kesadaran masyarakat perlu terus diperkuat demi menjaga laut tetap sehat, produktif, dan berkelanjutan.
Pada acara puncak di Peninsula Island, pengunjung akan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung dari para ahli dan praktisi melalui berbagai kegiatan interaktif.
Program yang disiapkan meliputi talkshow, workshop kreatif, pameran edukatif, Festival Layang-Layang Spesies Laut, pertunjukan budaya Wayang Samudera, serta beragam aktivitas ramah keluarga.
Selain menghadirkan para pakar di bidang kelautan dan konservasi, acara ini juga akan menampilkan tokoh-tokoh masyarakat yang aktif mengembangkan praktik keberlanjutan di daerahnya masing-masing.
Mereka antara lain Komang Ruditha Hartawan dari TPST-3R Desa Adat Seminyak yang merupakan dampingan CCEP Indonesia, Sumardin dari Pokdarwis Rangko, Manggarai Barat, Christiani Valentine dari BUMDes Manandang Kaliuda, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, serta sejumlah tokoh masyarakat lainnya.
Kegiatan Festival dan Workshop Layangan bertema laut juga mendapat dukungan dari seniman layang-layang Bali, I Kadek Dwi Armika.
Ia menilai seni dan budaya dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat.
Melalui Festival Layang-Layang Spesies Laut, masyarakat diajak mengenal kekayaan biodiversitas laut Indonesia sekaligus memahami pentingnya menjaga habitat laut.
Sementara itu, Dewi Lestari Yani Rizki, Chief Conservation Officer Yayasan WWF Indonesia, menyampaikan bahwa peringatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day merupakan momentum penting untuk mengingat kembali bahwa menjaga laut bukan hanya soal melestarikan alam, tetapi juga memastikan keberlanjutan sumber protein, nutrisi, dan penghidupan bagi jutaan masyarakat Indonesia.
Ia berharap kegiatan di Peninsula Island dapat menjadi sarana edukasi publik untuk memperkenalkan implementasi ekonomi biru melalui konservasi laut, pengelolaan sampah laut, dan rehabilitasi ekosistem pesisir.
Karena itu, masyarakat Bali diajak untuk hadir, belajar bersama para ahli, dan turut mengambil bagian dalam upaya mewujudkan laut Indonesia yang lebih sehat.
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan World Ocean Day dan Coral Triangle Day 2026 dapat diperoleh melalui media sosial WWF-Indonesia (@wwf_id).(moc/bp)










