BALI, Balipolitika.com – Mengapa kasus kematian warga asing di akomodasi wisata Bali seolah terus berulang?
Kali ini, kawasan tenang Sanur mendadak gempar. Seorang kakek asal Selandia Baru berinisial DSW (74) terbujur kaku tak bernyawa di dalam kamar kontrakannya di Jalan Danau Tondano, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kamis (4/6) pagi.
Tragedi ini terungkap setelah korban “menghilang” tanpa kabar selama dua hari berturut-turut. Merasa ada yang tidak beres, seorang temannya berinisial NP nekat mendatangi lokasi sekitar pukul 06.00 WITA.
Berulang kali pintu ia ketuk dan memanggil namanya, namun hanya keheningan mencekam yang menjawab dari dalam kamar. Curiga bercampur panik, saksi bersama pemilik kontrakan akhirnya mendobrak masuk.
Alangkah terkejutnya mereka, saat memeriksa ruangan karena korban sudah meninggal dunia tergeletak dalam posisi telungkup di depan kamar mandi!
Saat penemuan, pria lansia ini hanya mengenakan celana dalam berwarna cokelat tanpa baju. Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan penemuan mayat tersebut.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar langsung ke TKP untuk menyisir area kamar. Dari hasil olah TKP, polisi tidak menemukan adanya bekas luka atau tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban.
Di sekitar jenazah, petugas justru menemukan sejumlah obat-obatan seperti Cerini dan Alergine. Sebelum meninggal dunia, korban ternyata sempat mengeluh kepada temannya bahwa kondisi kesehatannya drop drastis.
Dugaan kuat sementara, korban ambruk dan meninggal dunia akibat penyakit yang ia deritanya tanpa sempat mendapat pertolongan medis.
Kini, jenazah bule tersebut telah terbawa oleh ambulans BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah untuk memastikan penyebab mutlak kematiannya.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras sekaligus peringatan bahwa pentingnya sistem pengawasan dan kepedulian lingkungan terhadap lansia, khususnya WNA yang tinggal sebatang kara di Bali! (BP/OKA)










