DENPASAR, Balipolitika.com– Perhatian publik tertuju kepada sosok Molog yang belakangan sesuai keterangan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi diketahui bernama lengkap I Nengah Sudana (50 tahun).
Molog yang sesuai identitas tercatat lahir di Karangasem, 1 Juli 1975, bekerja sehari-hari sebagai buruh harian lepas dan tinggal di Jalan Kejanti Nomor 58 A, Denpasar Timur itu menjadi korban keganasan ayam jago alias ayam aduan di “Kampus” Abian Tubuh, Jalan Sokasati, Kelurahan Kesiman, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Provinsi Bali, Minggu, 27 Juli 2025.
“Waktu kejadian Minggu, 27 Juli 2025 sekitar pukul 13.30. Korban atas nama I Nengah Sudana, tempat tanggal lahir, Karangasem, 1 Juli 1975. Jenis kelamin laki-laki. Pekerjaan buruh harian lepas. Alamat Jalan Kejanti Nomor 58 A Dentim,” terang AKP Ketut Sukadi, Senin, 28 Juli 2025.
Terkait penyebab korban meninggal dunia, AKP Ketut Sukadi menerangkan bahwa sesuai keterangan pihak medis, I Nengah Sudana sudah tidak bernyawa sebelum tiba di rumah sakit.
“Menurut keterangan dokter jaga RS Puri Raharja, korban masuk UGD RS Puri Raharja pada Pukul 14.00 wita. Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh saksi kondisi korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, tidak ada sama sekali denyut nadi,” jelasnya.
Soal luka yang diderita korban, AKP Ketut Sukadi merinci paling parah di bagian perut.
“Pada perut terdapat luka terbuka dengan panjang 14 cm x 5 cm, kedalaman 10- 14 cm,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Molog- demikian korban akrab disapa- menjadi korban ayam aduan super galak bersenjata “taji” di kakinya.
Informasi yang dihimpun, sebelum menyerang korban Molog, ayam jago itu tidak sengaja lepas dari tangan “pakembar”.
Di sisi lain, ayam lawan belum dilepas dan masih dalam genggaman pakembar lain.
Saat ayam dilepas sebelum waktunya, posisi sarung taji ayam tersebut juga sudah dilepas.
Musibah pun terjadi, ayam jago dalam kondisi onfire tersebut menyerang orang-orang yang ada di sekelilingnya.
Apes bagi korban Molog, ia berada di posisi yang sangat dekat dengan ayam “ngamuk” tersebut hingga akhirnya menjadi sasaran penyerangan.
Korban Molog yang dikenal polos pun akhirnya meregang nyawa di rumah sakit.
Dalam rekaman video yang diperoleh redaksi, korban tampak terengah-tengah memegangi luka akibat diserang ayam aduan.
Mengenakan kaca mata, berbaju putih, dengan tas selempang hitam, kaki tangan korban tampak penuh darah.
Saat keluar dari arena “Kampus” Abian Tubuh, darah tampak bercucuran mengikuti langkah korban yang dibopong rekan-rekannya.
“Mobil anggon, mobil anggon,” demikian terdengar teriakan warga yang bersimpati saat posisi korban berubah dari dibopong menjadi dipanggul lantaran kondisinya semakin memprihatinkan.
“Korban meninggal dunia. Bukan karena mejaguran atau penganiayaan, murni karena diamuk ayam metaji,” ucap salah seorang warga setempat. (bp/tim)













