BALI, Balipolitika.com – Miris dan sedih, melihat adanya kejadian kekerasan di sekolah. Kali ini di Kabupaten Gianyar. Kabar mengejutkan datang dari SMP Negeri 1 Gianyar. Sekolah yang sebelum sistem zonasi terkenal sebagai sekolahnya siswa-siswi cerdas dan disiplin itu, kini muncul aksi kriminal.
Seorang siswa dugaan jatuh karena temannya mendorong dari lantai dua, hingga mengalami patah pada tangan kanan serta cedera berat pada tulang ekor dan punggung. Orangtua korban telah melaporkan kejadian ini ke Polres Gianyar.
Informasi Jumat (1/5), bahwa kejadian tersebut terjadi pada Rabu (29/4) sekitar pukul 10.00 Wita. Korban merupakan siswa laki-laki yang duduk di bangku kelas VII. “Kejadiannya terjadi di gedung baru lantai dua, teman korban mendorongnya,” ujar seorang sumber.
Insiden tersebut pun membuat panik keluarga sekolah. Para guru dan pejabat sekolah yang mengetahui kejadian tersebut langsung membawa korban ke RSUD Sanjiwani.
“Saat ke rumah sakit, korban masih hidup. Tapi kabarnya, korban mengalami luka serius, di antaranya patah pada tangan kanan serta cedera berat pada tulang ekor dan punggung,” sebut sumber tersebut.
Kepala SMPN 1 Gianyar, Ni Putu Wiwik Mayuni belum memberikan keterangan terkait hal tersebut. Ia tak mengangkat telepon dan pesan WhatsApp juga belum ia balas pasca kejadian.
Kapolres Gianyar, AKBP Chandra C Kesuma, membenarkan adanya kasus tersebut. Kata dia, orangtua korban telah membuat laporan resmi, dan penyelidikan saat ini tengah berlangsung.
“Betul ada kejadian tersebut. Orangtua korban sudah datang ke Polres untuk melaporkan kejadian tersebut. Kasusnya masih tahap pemeriksaan,” jelasnya.
Insiden ini menunjukkan kurangnya daya serap siswa terhadap edukasi. Sebab sebelum kejadian tersebut, aparat kepolisian terus menggalakkan sosialisasi anti-bullying ke sekolah-sekolah, serta di media sosial. (BP/OKA)












