NASIONAL, Balipolitika.com – Pagi buta di Desa Glagahwero, Kalisat, Jember, Senin (26/1), sengketa batas tanah antara dua kerabat berakhir tragis.
Sumarsono (52) dapat serangan dari Buradi (68) menggunakan sabit sekitar pukul 05.00 WIB saat sedang menyapu halaman rumahnya.
Ketegangan sudah muncul sejak Sabtu malam. Keduanya sempat bersitegang sambil membawa senjata tajam dan berhasil warga lerai.
Rencananya, persoalan ini akan termediasi secara damai di kantor desa. Namun perundingan itu tidak pernah sempat terlaksana.
Pelaku datang tanpa peringatan dan langsung menyerang. Korban yang terluka berusaha menyelamatkan diri mencari perlindungan.
Ia sempat memeluk Ketua RW, Suharjo, dari belakang. Saksi mencoba malerai dengan gagang sapu, tetapi pelaku tetap mengejar.
Saat korban terjatuh di samping rumah warga, sabetan fatal mengenai bagian perutnya. Warga kemudian mengamankan pelaku dan membawa korban ke rumah sakit.
Sumarsono meninggal dunia di RSD dr. Soebandi Jember. Aparat memastikan peristiwa ini merupakan puncak konflik batas lahan yang gagal selesai secara damai. (BP/OKA)












