BALI, Balipolitika.com – Sebuah video beredar di media sosial pada Selasa (3/3/2026) dini hari, mengklaim terjadi erupsi di kawasan Gunung Merapi sekitar pukul 02.30 WIB menjelang waktu sahur.
Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian warganet dan memicu berbagai tanggapan. Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat kondisi gelap dengan latar siluet gunung serta narasi yang menyebutkan Merapi kembali mengalami erupsi.
Namun hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran informasi yang beredar tersebut.
Masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi, dan menunggu konfirmasi resmi dari instansi terkait.
Informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Merapi, biasanya melalui kanal komunikasi pemerintah dan lembaga pemantau gunung api.
Warga yang berada di kawasan lereng Merapi juga agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti arahan dari aparat setempat apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Cuaca ekstrem juga melanda kawasan lereng Gunung Merapi, tepatnya di wilayah pertambangan Kabupaten Magelang, pada Selasa (3/3/2026).
Hujan dengan intensitas tinggi serta petir mengguyur area tersebut sejak siang hingga sore hari. Kondisi cuaca memburuk menyebabkan jarak pandang terbatas, dan meningkatkan potensi bahaya.
Terutama bagi para pekerja di lokasi pertambangan. Aktivitas di area terbuka dengan risiko sambaran petir dan tanah labil menjadi perhatian utama.
Warga dan para pekerja agar meningkatkan kewaspadaan, mengutamakan keselamatan kerja, serta menghentikan sementara aktivitas apabila kondisi cuaca semakin tidak memungkinkan.
Selain itu, penting untuk menjaga kesehatan dan memastikan penggunaan alat pelindung diri secara optimal.
Masyarakat sekitar kawasan lereng Merapi, juga terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna mengantisipasi potensi risiko yang dapat terjadi akibat cuaca ekstrem. (BP/OKA)













