TABANAN, Balipolitika.com- Proses pencarian seorang ibu dan balita berusia 1,5 tahun, korban terseret air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan akhirnya membuahkan hasil.
Jasad Audrey Natania Banafanu (1,5 tahun) ditemukan di bibir Pantai Batu Belig, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung pada Kamis, 22 Januari 2026 pagi.
“Benar, korban balita telah ditemukan pagi tadi sekitar pukul 07.00 Wita. Informasi kita peroleh dari pengunjung pantai yang melaporkan langsung kepada Tim SAR gabungan,” terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar selaku SAR Mission Coordinator
Posisi korban ditemukan berjarak sekitar 6,7 km arah tenggara dari muara sungai lokasi korban terseret arus.
Jasad Audrey pertama kali ditemukan oleh seorang pengunjung yang sedang beraktivitas di kawasan Pantai Batu Belig.
“Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang dan terhimpit di antara bebatuan. Korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kabupaten Badung menuju Rumah Sakit Prof. Ngoerah. Pihak keluarga telah memastikan bahwa korban yang ditemukan adalah Audrey” tutur I Nyoman Sidakarya.
Sebelumnya, sejak pagi tadi Tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur TNI/Polri, Basarnas, BPBD Kabupaten Tabanan, PMI, Relawan, Perangkat Desa Kuwum Ancak telah melaksanakan penyisiran sejauh 5 km dari lokasi hilangnya korban.
“Dengan ditemukannya satu orang korban. Jadi, tinggal satu orang yang masih dalam upaya pencarian. Hingga saat ini proses pencarian satu orang korban lainnya masih terus dilaksanakan,” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah rumah warga yang beralamat di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kabupaten Tabanan ambruk tertimpa senderan pondasi akibat luapan air bah di aliran sungai Subak Jemanik pada Rabu, 21 Januari 2026 dini hari.
Akibat peristiwa tersebut ibu dan seorang anak balitanya dikabarkan hilang terseret arus.
Diketahui identitas korban yaitu, Yuliana Da Costa Makun (29 tahun) dan Audrey Natania Banafanu (1,5 tahun).
Informasi yang diperoleh Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, Dudy Librana, kejadian diperkirakan terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari.
Hujan deras mengakibatkan debit air naik di mana kondisi diperburuk dengan robohya senderan yang menyebabkan air bah langsung menghamtam bagian belakang rumah korban; seketika rumah ambruk dan hanyut terbawa arus. (bp/ken)











