BALI, Balipolitika.com – Tim BPBD Jembrana bersama Kelurahan Sangkaragung, melakukan pengecekan terhadap penyebab banjir di Lingkungan Samblong, Jumat (3/10/2025) kemarin.
Tim akhirnya menemukan sejumlah hal penyebab luapan air, hingga banjir di kawasan pemukiman warga setempat. Salah satunya adalah tanah timbul yang muncul kemudian menyebabkan perubahan aliran air sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra menjelaskan, tim dari Bidang Kedaruratan dan Logistik serta Kelurahan Sangkaragung sudah melaksanakan pengecekan lapangan terkait penyebab banjir di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana.
Lokasi ini menjadi salah satu yang terparah saat peristiwa banjir 10 September 2025 lalu. “Tim sudah menemukan sejumlah hal yang jadi penyebab banjir di sana (Samblong),” kata Artana
Dia menyebutkan, ada 3 titik tanah timbul dengan luas masing-masing sekitar 3 are yang menyebabkan perubahan aliran sungai.
Hal ini mengakibatkan tanggul jebol di beberapa titik sehingga air meluap ke permukiman warga. Rekomendasi penanganan adalah pengerukan dengan excavator besar.
“Untuk pengelolaan material hasil pengerukan akan koordinasi bersama Lurah Sangkaragung,” ungkapnya. Kemudian, kata dia, juga ada saluran drainase selatan Sirkuit Makepung yang mengalami masalah.
Seperti adanya sumbatan serta pendangkalan sepanjang sekitar 100 meter, yang kemudian menyebabkan lambatnya aliran air mengalir. Sehingga genangan air di lokasi tersebut baru surut sekitar satu mingguan.
Selanjutnya juga terdapat gorong-gorong kecil yang pengelola sirkuit makepung buat. Tindak lanjut penanganan akan dikoordinasikan bersama Lurah Sangkaragung.
“Tim sudah memberikan solusi yang direkomendasikan adalah melakukan pengerukan dengan excavator kecil agar aliran kembali lancar,” jelasnya. (BP/OKA)









