BADUNG, Balipolitika.com– Desas-desus bahwa I Wayan Suyasa akan mengundurkan diri sebagai Calon Ketua DPD II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Badung serangkaian Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Badung ternyata bukan isapan jempol belaka.
Sosok yang menjadi Calon Bupati Badung berpasangan dengan I Putu Alit Yandinata di Pilkada Badung Tahun 2024 itu secara mengejutkan memilih mundur saat menyampaikan sambutan di Hotel Made, Sempidi, Badung, Rabu, 8 Oktober 2025.
“Demi menjaga apa yang sudah digariskan, solidaritas, dan kesolidan organisasi Partai Golkar di Badung, titiang ataupun saya, I Wayan Suyasa tidak akan maju lagi sebagai (calon) Ketua DPD Golkar Badung,” tegasnya.
Pilihan mundur itu, ungkap I Wayan Suyasa lantaran dirinya ingin mengikuti keinginan pemilik suara yang menginginkan perubahan.
Mantan Wakil Ketua DPRD Badung itu berharap DPD II Partai Golkar Badung dapat lebih baik dari lima tahun era kepemimpinannya.
Terkait “ucapan” mundur, sejatinya, I Wayan Suyasa pernah menyampaikan secara langsung saat berorasi di acara deklarasi bersama Prabowo-Gibran Presiden-Wakil Presiden 2024 di Lapangan Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu, 13 Januari 2024.
Di hadapan Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan jajaran pimpinan DPP Golkar dan DPD Golkar Bali kala itu, I Wayan Suyasa menegaskan kebangkitan parpol berlambang pohon beringin di Pemilu 2024.
“Partai Golkar siap bangkit menuju kemenangan 2024. Itu yang terpenting. Laporan kepada Ketua Umum, masyarakat kami sangat mencintai Ketua Umum Partai Golkar yang loyal membantu Presiden Jokowi mengarungi situasi nasional. Beliau yang mampu memberikan suatu hal terbaik untuk bangsa ini berbekal profesional dan kepolosan serta posisi sebagai kader terbaik Partai Golkar. Ini perlu kita apresiasi,” ungkap I Wayan Suyasa mengapresiasi kehadiran langsung Airlangga Hartarto untuk pertama kalinya ke Desa Penarungan.
“Setiap orang punya zamannya, setiap masa ada orangnya, 2024 adalah masa Golkar. Maka sesuai dengan instruksi pusat, Partai Golkar dalam 14 Februari 2024 di samping pemenangan Pileg, baik tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi, dan DPR RI. Instruksi partai bahwa kita wajib menang pileg, menang pilpres, dan nanti ujung-ujungnya menang pilkada. Itu yang terpenting karena yang hadir hari ini, khususnya simpatisan Partai Golkar siap memenangkan Prabowo-Gibran nomor urut 2,” tegas I Wayan Suyasa berapi-api.
I Wayan Suyasa tak menampik situasi perpolitikan di Bali, khususnya Badung belum berpihak pada Partai Golkar.
Tantangan itu, tegasnya harus dihadapi hingga Partai Golkar mampu membalikkan keadaan di Pemilu 2024 yang merupakan masanya parpol dengan warna khas kuning itu.
“Bagaimana pun situasi daerah, kita akan balikan 2024. Itu masa Partai Golkar. Maka hari ini saya selaku Ketua Partai Golkar Badung berusaha semaksimal mungkin. Sebagai informasi, laporan Pak Ketua, kami baru ada 7 DPR di kabupaten dan saya bertanggung jawab, saya jamin paling jelek naikkan 85 persen di Kabupaten Badung. Sekali lagi dari 7 target 100 persen, 14 kursi, tapi paling jelek 12. Pasti. Dan jika itu tidak tercapai, mohon maaf Pak Ketua, saya siap hormat sama Ketua Umum, saya turun selaku Ketua Partai Golkar di Badung jika tidak 12, Pak,” tegas I Wayan Suyasa disambut gemuruh tepuk tangan ribuan massa Golkar. (bp/ken)













