BALI, Balipolitika.com – Dampak penutupan sementara Pelabuhan Sanur, pasca insiden meninggalnya beberapa orang akibat kecelakaan fast boat.
Pelabuhan Kusamba pun menjadi alternatif penyeberangan ke Nusa Penida atau Lembongan. Beberapa pelabuhan di pesisir Kusamba, Kabupaten Klungkung mendapat serbuan penumpang, Kamis (7/8).
Imbas cuaca buruk, membuat Pelabuhan Kusamba, Klungkung mendapat serbuan penumpang baik lokal dan mancanegara.
Angga, pemandu wisata mengatakan tamu sudah booking ke Nusa Penida. Sehingga mencari alternatif penyeberangan lain.
Ia mengantar sebanyak 5 wisatawan mancanegara asal Australia. Menurutnya tamunya tidak mempermasalahkan, menyeberang dari Pelabuhan Kusamba. Mengingat sejak awal tujuan mereka sejak awal ke Nusa Penida.
Perwira Jaga Wilayah Kerja Kusamba Kantor UPP Nusa Penida, Nengah Warnata mengatakan, lonjakan penumpang di beberapa pelabuhan di Pesisir Kusamba sudah terjadi, Rabu (6/8).
Ini imbas langsung dari penutupan Pelabuhan Sanur maupun Serangan yang biasanya melayani penyeberangan ke Nusa Penida.
“Kalau di pesisir Kusamba, berdasarkan informasi sementara kondisi ombak masih normal. Tetapi informasi terus dalam pembaharuan. Jika tidak memungkinkan, tentu akan ada penundaan keberangkatan juga,” ungkap Warnata.
Warnata mengatakan, jumlah peningkatan penumpang menuju dan dari Nusa Penida di Pelabuhan Kusamba berkisar 60 persen.
Pihaknya mengimbau nahkoda fastboat untuk terus berkoordinasi dan melaporkan kondisi ombak dan cuaca selama pelayaran.
“Kami juga imbau operator boat untuk selalu memberikan penjelasan ke penumpang, terkait dengan SOP keamanan dan keselamatan. Serta agar tidak menaikan penumpang melebihi kapasitas,” ungkapnya.
Sementara itu, Pelabuhan Sanur Denpasar sudah kembali buka pada Kamis (7/8), setelah tutup sementara pada Rabu (6/8).
Viral di media sosial tidak sedikit wisatawan yang hendak berwisata ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan kecele karena pelayaran stop sementara tanpa adanya informasi awal terhadap penumpang.
Hal itu juga berdampak pada pembatalan pemesanan hotel dan jasa transportasi di tempat tujuan. Saat itu, pelabuhan tutup karena faktor cuaca gelombang tinggi di perairan Sanur. Penumpang pun bisa melakukan refund ke operator atau menjadwalkan ulang keberangkatan.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) II Benoa Aprianus Hangki menyampaikan bahwa kemarin Pelabuhan Sanur buka dengan tetap memperhatikan aspek cuaca. “Pelayaran dari Pelabuhan Sanur sudah buka,” kata Hangki.
Pihak KSOP II Benoa selalu berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk monitoring cuaca memastikan pelayaran berjalan dengan aman. “Kami selalu memperhatikan aspek cuaca dari BMKG dan mengevaluasinya,” ujar dia.
Hangki juga mengimbau, seluruh penumpang wajib menggunakan life jacket. “Kami imbau semua penumpang kami minta menggunakan life jacket,” tegasnya.
Sebelumnya, Kapal Bali Dolphin Cruise II terbalik karena hantaman gelombang setinggi 4 meter secara tiba-tiba di alurnya saat hendak bersandar yang hanya berjarak 50-100 meter dari Dermaga Pelabuhan Sanur, Denpasar, pada Selasa (5/8).
Kapal tujuan Nusa penida – Pelabuhan Sanur tersebut berisi 80 orang terdiri dari 73 orang penumpang Warga Negara Asing (WNA) dan 2 WNI serta 5 Anak Buah Kapal (ABK).
Dari 75 penumpang, ada 2 WNA China meninggal dunia dan 1 ABK meninggal dunia. Dua korban meninggal dunia adalah Shi Guo Hong (20) laki-laki dan Hanging Yu (37) laki-laki. Sedangkan 1 ABK yang meninggal dunia adalah I Kadek Adijaya Dinata (23). (BP/OKA)












