NASIONAL, Balipolitika.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami musibah mengerikan, ketika musalanya roboh pada Senin sore, 29 September 2025.
Sayangnya saat bangunan tersebut ambruk, banyak santri sedang berada di dalamnya. Hal ini membuat banyak hati warga khususnya keluarga dan orang tua korban hancur lebur.
Khususnya pada pengambilan keputusan, ihwal penggunaan alat berat dalam evakuasi korban. Namun sebelum itu gabungan tim penyelamat, tentunya sudah melakukan berbagai upaya.
Termasuk menggunakan alat thermal, untuk mengecek suhu di reruntuhan, apakah masih ada yang hidup atau tidak. Usai kepastian tidak ada yang menjawab dan tidak ada tanda panas, alat berat pun harus turun untuk mempercepat evakuasi.
Data hingga saat ini, 15 orang meninggal dunia. Sekitar 104 korban selamat dan 58 orang masih dalam pencarian. 77 orang mengalami luka-luka dan 25 lainnya selamat tanpa cedera. 38 orang masih hilang dan dugaan terjebak di bawah puing-puing.
Keluarga pun tak kuasa menahan air mata, beberapa sudah meneteskan air matanya karena tak sanggup membayangkan anak atau sanak keluarga mereka di dalam bangunan itu.
Musibah ini dugaan akibat kegagalan konstruksi, dengan tiang penyangga yang tidak mampu menahan beban cor yang semakin berat. Bangunan musala masih dalam tahap pembangunan dan pengecoran lantai atas pada hari kejadian.
Tim gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi dan pencarian korban. Alat berat digunakan setelah tidak lagi ada tanda-tanda kehidupan di bawah reruntuhan. Petugas juga menggunakan drone termal untuk membantu pencarian. (BP/OKA)













