JAKARTA, Balipolitika.com- Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca buka suara terkait status pelatih Shin Tae-yong yang mendadak diminta suporter comeback menukangi Timnas Indonesia. Prapanca menegaskan bahwa STY akan tetap menjadi pelatih Macan Kemayoran. Hal ini disampaikan langsung di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Sabtu (9/8/2026) sore kemarin.
Langkah Skuad Garuda di Piala AFF 2026 memang terhenti tragis. Poin tujuh membuat mereka finis posisi tiga Klasemen Grup A. Singkatnya, isu pemecatan menggema keras di media sosial. Publik mendesak perubahan di tubuh kepelatihan nasional.
Gelombang protes suporter bermunculan deras. Nama STY kembali diserukan. Gugurnya Indonesia menyisakan kekecewaan amat mendalam. Dua laga awal sejatinya berjalan sangat mulus.
Kamboja dilibas 5-1 di Bogor. Timor Leste digilas tiga gol tanpa balas. Tetapi, performa tim mendadak anjlok drastis. Pasukan John Herdman kecele di tangan Vietnam tiga gol tanpa balasan.
Laga penentu lawan Singapura justru berakhir imbang 1-1. Garuda angkat koper cepat. Gelombang kekecewaan pecah di jagat maya. Suporter membandingkan capaian era STY.
Pelatih asal Korea Selatan itu tercatat memoles Garuda sejak 2019. Hasilnya cukup lumayan. Ia mengantar Indonesia melaju ke babak final Piala AFF 2020. Semifinalis edisi 2022 juga berhasil dikunci.
Namun langkah mereka kandas di fase grup edisi 2024. Saat itu mayoritas amunisi diisi pemain muda U-23. Apesnya, PSSI memutus kontrak sang pelatih usai turnamen tersebut. Kerja sama lima tahun bubar.
Selanjutnya, Herdman masuk membawa amunisi kompetisi domestik dan pemain naturalisasi Super League. Sayang hasilnya tetap sama saja. Prapanca merespons santai riuh suara suporter di media sosial. Pria berkacamata itu enggan terburu-buru mengambil keputusan.
“Saya belum tahu,” ujar Prapanca usai acara kerja sama Persija di Jakarta Pusat.
“Balik lagi, kita sudah berkontrak secara profesional sesuai aturan yang berlaku,” kata Prapanca menegaskan posisi klub.
Tuntutan comeback STY dianggap sebatas isu liar rumput hijau. Macan Kemayoran enggan melepas sang juru taktik. Lagipula, negosiasi kepindahan tak bisa diputus sepihak. Dokumen profesional mengikat sang juru taktik di Ibukota.
“Untuk ke depannya belum ada pembicaraan,” beber Prapanca mendetail.
Isu santer berkembang di lapangan. PSSI disebut bersiap evaluasi total. Manajemen Persija memilih memantau dari jauh. Mereka menunggu langkah resmi federasi.
“Dari pihak federasi juga nanti akan melakukan evaluasi ulang dengan Timnas Indonesia,” imbuh Prapanca.
Sikap tenang dipamerkan bos Persija. Ia mengunci rapat spekulasi.
“Saya belum tahu dan tidak bisa banyak bicara,” pungkas Prapanca.
Sebaliknya, PSSI bergeming memantau riak di media sosial. Belum ada keputusan resmi dari federasi. Pada akhirnya, nasib kursi kepelatihan Timnas Indonesia masih menggantung usai petaka Piala AFF 2026. STY tetap milik Persija. (BP/CHA).











