TRANSFORMASI: GM Telkom Witel Bali, Ismono Adi Jatmiko, saat memaparkan materi dalam Media Gathering di Warung Bendega, Renon, Denpasar, Kamis, 5 Februari 2026. (Sumber: Gung Kris)
DENPASAR, Balipolitika.com – Telkom Indonesia memperluas pelayanannya di masyarakat pada tahun ini dengan memperkenalkan TLKM 30, sebuah transformasi teknologi digital yang dirancang untuk memperkuat jangkauan hingga kepelosok, menjadi gebrakan berdaya saing kuat yang mengantarkan wajah baru perusahaan plat merah tersebut di era digital saat ini, khususnya di Provinsi Bali.
Diungkapkan Ismono Adi Jatmiko, selaku General Manager (GM) Telkom Witel Bali, kepada wartawan ia mengungkapkan, perubahaan besar dibidang teknologi ini dilakukan Telkom Indonesia sebagai bentuk adaptasi era digital, sekaligus menjawab tantangan Gubernur Bali, Wayan Koster, untuk meniadakan Blank Spot (Buta Sinyal) di delapan kabupaten dan meningkatkan pelayanan melalui pengembangan insfrastruktur jangka panjang.
“Jadi di Bali ini kita (Telkom, red) sudah merasa melek digital. Pilar infrastruktur masih bisa ditingkatkan dan itu menjadi tugas kami, membantu peningkatan indeks masyarakat digital Indonesia terutama di Bali,” ungkap Ismono, disela-sela kegiatan Media Gathering di Warung Bendega, Renon, Denpasar, Kamis, 5 Februari 2026.
Selanjutnya ia memaparkan, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Digital RI, infrastruktur digital di Bali sudah menyentuh angka 63,98%. Namun, pilar literasi dan pemberdayaan masih memerlukan dorongan kuat. Sehingga, tantangan Bali Zero Blank Spot itu bisa terwujud.
Lebih lanjut ia menambahkan, untuk menjawab keresahan masyarakat terkait permasalahan estetika kota, Telkom juga akan memperioritaskan pembenahan terhadap kabel-kabel yang semrawut disejumlah titik, dengan melakukan penataan kabel-kabel ke bawah tanah.
“Penataan jaringan kabel udara yang serabut dan merusak integrasi sedang kita rapikan. Kami sudah sepakat dengan otoritas dan pemerintah daerah untuk melakukan penataan, bahkan di beberapa daerah secara ekstrem kabel dipindahkan ke bawah tanah,” tambahnya.
Pengembangan Potensi Bisnis
Ketatnya persaingan bisnis di bidang jasa internet tak lantas membuat Telkom Indonesia merasa kehilangan potensi. Menyadari banyaknya keluhan masyarakat akan harga kuota internet yang dirasa semakin hari semakin mahal, Telkom Indonesia hadir menawarkan solusi berupa program Wi-Fi Voucher.
Bukan kaleng-kaleng, melalui program Wi-Fi Voucher ini Telkom menawarkan layanan internet kecepatan tinggi di ruang publik dengan harga yang sangat terjangkau, mulai dari Rp500 untuk 30 menit. Ismono menerangkan, keunggulan program ini adalah fleksibilitasnya.
“Sebagai contoh, beli voucher Rp50.000 di Bali, lalu berangkat ke Jakarta atau Aceh, selama ada SSID yang sama, itu free dan bisa langsung koneksi karena berlaku nasional,” jelasnya.
Bahkan rencananya, titik-titik Wi-Fi ini akan disebar di seluruh daerah wisata sepanjang pantai dan ruang publik untuk memudahkan masyarakat serta wisatawan yang berlibur di Bali.
Transformasi yang Inklusif
Melalui peluncuran TLKM 30, Telkom Indonesia berkomitmen untuk memperkuat pondasi di tengah arus digitalisasi melalui transformasi strategis yang berpedoman pada empat pilar utama sebagai penentu arah kebijakan yang baru.
SVP Group Sustainability & Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza menjelaskan, pilar pertama menekankan reformasi budaya melalui program BISA (Bravery, Integrity, Service Excellence, Agility), berfokus pada peningkatan tata kelola, alokasi modal yang bijak, serta pengembangan produk dan layanan bernilai tinggi.
Selanjutnya pilar kedua, diarahkan pada konsolidasi dan penataan portofolio bisnis, memiliki tujuan untuk memperkuat bisnis inti sekaligus mendorong pengembangan bisnis next-core yang memiliki skala besar dan potensi pertumbuhan signifikan.
Pilar ketiga menitikberatkan pada percepatan monetisasi aset infrastruktur dan pembentukan kemitraan strategis. Sedangkan pilar keempat, menandai peralihan Telkom dari perusahaan operasional menuju strategic holding yang agile, berorientasi pada penciptaan nilai, serta fokus pada peningkatan total return bagi pemegang saham.
“Dengan strategi ini, Telkom berupaya lebih lincah dan siap menghadirkan solusi yang cepat ke pasar,” ungkap Reza.
Mengakhiri pemaparannya, Reza menyebut TLKM 30 merupakan transformasi yang inklusif, sebagai upaya Telkom untuk menjawab tantangan masa depan sebagai pelaku bisnis telekomunikasi di Indonesia. (bp/gk)













