Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Politik

De Gadjah Jawab Demer, Sebut KIM Tak Keroyok Satu Parpol

KIM SOLID: Koordinator Koalisi Indonesia Maju (KIM) Provinsi Bali yang juga Ketua Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, S.H.,M.H alias De Gadjah menegaskan partai politik yang tergabung dalam KIM Bali solid.

 

DENPASAR, Balipolitika.com Silang pendapat antara Ketua DPD 1 Partai Golkar Bali, Dr. I Nyoman Sugawa Korry, S.E., M.M., Ak., C.A., dan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Bali Nusra, Gde Sumarjaya Linggih berlanjut terkait posisi Partai Golongan Karya (Golkar) Provinsi Bali di Koalisi Indonesia Maju (KIM) menyongsong Pilkada Serentak 2024 mencuri perhatian publik.

Merespons silang pendapat tersebut, Koordinator Koalisi Indonesia Maju (KIM) Provinsi Bali yang juga Ketua Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, S.H.,M.H alias De Gadjah menegaskan partai politik yang tergabung dalam KIM Bali solid.

Menanggapi pernyataan Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Bali Nusra, Gde Sumarjaya Linggih alias Demer yang melihat soliditas partai yang tergabung dalam KIM rapuh dan menyebut KIM tidak harus linier ke daerah untuk Pilkada Serentak 2024, De Gadjah menegaskan sangat menghormati pandangan tersebut.

“Kami sangat menghormati Bli Demer. Beliau adalah senior kami, mentor kami, dan juga kakak kami. Statement dan opini atau pandangan Beliau kami sangat hormati dan apresiasi. Tapi, kalau dikatakan rapuh, kurang sependapatlah,” ungkap De Gadjah, Rabu, 5 Juni 2024. 

Selain solid, De Gadjah menandaskan keberadaan KIM tak sekadar menyongsong Pilkada Serentak 2024, melainkan juga dalam rangka mengawal program pemerintah dari pusat ke Bali dalam kondisi APBD Bali yang defisit seperti saat ini.

Tanpa sokongan pemerintah pusat, De Gadjah menilai roda pemerintahan Provinsi Bali akan tersendat-sendat, lebih-lebih porsi APBD Bali dipastikan akan tersedot maksimal di pengeluaran tetap berupa belanja pegawai seiring pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja alias PPPK besar-besaran.

“Dibentuknya KIM untuk mengamankan linierisasi program pemerintah yang datang ke Bali supaya masyarakat Bali tidak dirugikan Kedua, memastikan pasangan cagub dan cawagub,” jelas peraih suara tertinggi Pileg DPRD Bali 2024 Dapil Denpasar itu.

Meski demikian, De Gadjah menggarisbawahi bahwa kondisi politik saat ini masih cair; sedang dilakukan penggodokan mengingat pendaftaran pasangan calon Pilkada 2024 masih jauh, yakni pada Selasa, 27 Agustus 2024 hingga Kamis, 29 Agustus 2024 setelah KPU melakukan pengumuman pendaftaran pasangan calon pada Sabtu, 24 Agustus 2024 hingga Senin, 26 Agustus 2024.

Sebelum tahapan pendaftaran pasangan calon pada Selasa, 27 Agustus 2024 hingga Kamis, 29 Agustus 2024 lalu penelitian pasangan calon pada Selasa, 27 Agustus 2024 hingga Sabtu, 21 September 2024 serta penetapan pasangan calon pada Selasa, 22 September 2024 hingga Sabtu, 22 September 2024 jelas De Gadjah segala kemungkinan bisa terjadi.

“Ketiga, ya kenapa linierisasi ke bawah, jawabannya supaya program ke bawah,” tegasnya. 

De Gadjah menyebutkan komunikasi KIM dengan parpol-parpol sangat baik. Tidak ada keinginan melawan atau mengeroyok salah satu partai politik sebagaimana yang dilontarkan Demer.  

“KIM dengan Pak Koster juga baik. Komunikasi NasDem dan PKB baik. Seolah KIM koalisi untuk memusuhi salah satu partai secara bersama-sama, itu salah. Maksud saya, saya kurang setuju statement itu,” terangnya. 

De Gadjah mengajak semua insar parpol untuk bersatu demi masa depan Pulau Dewata. 

Tegasnya, KIM sangat terbuka dengan semua parpol. Di lain sisi, parpol yang sudah tergabung di KIM tidak bisa ditinggalkan karena telah berjuang bersama dari awal. 

“Kami kan tidak bisa meninggalkan kawan yang kami ajak berjuang demi kepentingan Bali dan rakyat Bali khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Tidak masalah, apa pun komentar kami hormati. Statement itu (komentar Demer, red) membuat kami mawas diri dan belajar,” tutup De Gadjah. 

Diberitakan sebelumnya, tudingan Sugawa Korry soal kekeliruan pernyataan Gde Sumarjaya Linggih alias Demer bahwa Golkar belum ada pembicaraan koalisi dengan KIM dijawab Demer dengan penegasan bahwa KIM untuk Pilpres tidak harus linear sampai ke Pilkada Serentak 2024.

Dalam posisi Sugawa Korry sudah membubuhkan tanda tangan dan cap basah DPD Partai Golkar Bali dalam Rapat Konsolidasi Koalisi Pilkada Provinsi Bali 2024 di The Brass, Jalan Prof. Moh. Yamin No. 99X, Renon, Denpasar, Jumat, 24 Mei 2024 yang memunculkan kesepakatan mendukung Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, S.E., M.Si. sebagai Bakal Calon Gubernur Bali dan Made Muliawan Arya, S.E., M.H. sebagai Bakal Calon Wakil Gubernur Bali di Pilkada Bali 2024 di mana koalisi itu juga linear dengan Pilkada/Pilwali 2024 se-Bali, Demer dengan tegas menyatakan tidak sepakat bila KIM linear dari pusat hingga ke daerah. 

Jawaban Demer ini dibalas langsung oleh Sugawa Korry saat berita tersebut dishare salah seorang awak media di Grup WhatsApp Visi Muda Bali, Rabu, 5 Juni 2024. 

Rapat Pleno Golkar Bali diperluas dengan Ketua dan Sekretaris DPD Kabupaten dan Kota tanggal 31 Mei 2024 telah sepakat dan setuju serta ditandatangani bersama dalam berita acara rapat, serta sudah dilaporkan langsung kepada Ketum Golkar,” tulis Sugawa Korry. 

Di dalam grup yang sama, silang pendapat antara Sugawa Korry dan Demer ini turut ditanggapi oleh Dr. drh. Komang Suarsana, MMA. 

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Provinsi Bali masa bakti 2020-2025 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 8 April 2020 ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F. Paulus mengacu Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar nomor SKEP-2/DPP/GOLKAR/IV/2020 tentang Pengesahan Komposisi dan Personalia Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya Provinsi Bali Masa Bakti 2024-2025 (Hasil Musda) ini membela Sugawa Korry. 

Komang Suarsana yang akrab disapa Kos menilai statement Demer sangat bersifat pribadi, subjektif, dan normatif. 

“Secara organisasi, resmi Ketum Golkar dan Waketum Bidang Pemenangan (Golkar, red) menegaskan dalam konteks pilkada, Golkar di daerah-daerah agar membangun komunikasi politik dengan semua parpol. Diprioritaskan linier terutama dengan parpol KIM yang memenangkan Prabowo-Gibran, diperluas dengan parpol yang bergabung kemudian. Komunikasi, jika menemukan kesepakatan dan komitmen bersama, dilanjutkan dengan membangun koalisi. Bali mampu maksimal dengan arahan itu dengan sepakat membentuk KIM Plus. Seandainya saja komunikasi itu belum maksimal dan tidak ada kesepakatan, daerah-daerah dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi politik lokal masing-masing. Wacana ini sudah fiks, jangan bolak-balik digoreng dengan bumbu pandangan subjektif pribadi, sehingga terkesan Golkar atau koalisi rapuh,” terang Kos.

Imbuh Kos, Golkar Bali tegak lurus dengan Dewan Pimpinan Pusat, Ketua Umum, dan Sekretaris Jenderal, serta menghormati sekaligus melaksanakan keputusan resmi DPP. 

Sikap ini tegasnya sudah menjadi keputusan seluruh jajaran Pengurus Golkar Bali dan Golkar se-Bali sebagai hasil Rapat Pleno Diperluas pada 31 Mei 2024.

“Golkar Bali sangat solid. Proses dan tahapan pencalonan di internal Golkar sedang berjalan. Golkar punya mekanisme bertahap dan berjenjang mulai dari penugasan kepada kader-kade atau fungsionaris yang bersedia jadi calon, kemudian disurvei untuk selanjutnya direkomendasikan menjadi calon. Calon-calon di kabupaten/kota sedang disurvei. Semua proses berlangsung lancar dan solid,” beber Kos. (bp/ken)

Berita Terkait

Baca Juga
Close
Back to top button

Konten dilindungi!