BALI, Balipolitika.com – Penemuan mayat pria gegerkan warga Denpasar dan Bali, di selatan Embung Sanur atau di wilayah Bypass Ngurah Rai.
Penemuan mayat ini pada Kamis, 13 November 2025 malam. Namun kecurigaan warga sekitar sebenarnya sudah ada sejak lama, sekitar 2 pekan yang lalu.
Sebab mencium bau busuk, yang ternyata adalah jasad seorang pria tanpa identitas dan dugaan ulah pati. Pusdalops Kota Denpasar menerima informasi adanya penemuan mayat sekitar pukul 19.05 WITA.
Setelah laporan itu, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan mengarahkan Ambulans Pantastis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar Pos Juanda menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Koordinator Ambulans BPBD Denpasar, Dewa Mahendra menyampaikan bahwa identitas jenazah mr X tersebut belum dapat teridentifikasi secara pasti.
“Berjenis kelamin laki-laki, penemuan korban dalam kondisi meninggal dunia, dugaan gantung diri,” ungkap Dewa Mahendra.
Dewa menjelaskan, bahwa tim evakuasi menghadapi tantangan di lokasi saat evakuasi di mana posisi jenazah berada di sekitar area yang terdapat rawa-rawa dan cukup sulit terjangkau karena terhalang beberapa pohon.
“Kami berkoordinasi dengan tim SAR untuk memastikan evakuasi berjalan lancar mengingat kondisi medan yang sulit. Tim dari Ambulance Pantastis yang bertugas, berhasil melakukan tindakan evakuasi,” kata dia.
Terpisah, Kepala Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya, mengungkapkan kondisi fisik tubuh korban saat penemuan dalam keadaan memprihatinkan.
“Fisik tubuhnya terlihat miris sekali, sedikit tali yang menyangkut di kepala, dan menimbulkan bau yang sangat menyengat,” jelas I Nyoman Sidakarya dalam keterangannya.
Aparat kepolisian juga melakukan olah TKP penemuan jenzah pria, tanpa identitas yang dugaan melakukan aksi ulah pati di Kota Denpasar.
“Korban yang belum teridentifikasi ini dugaan meninggal dunia akibat gantung diri,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi.
Ia menjelaskan, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam mengenai penemuan jenazah seorang laki-laki tanpa identitas tersebut.
Mayat tersebut pertama kali dua orang saksi yang menemukan, yakni Ardi Ngongo (26) dan Mikael Pageru (28), yang saat itu sedang memancing di sungai dekat lokasi kejadian sekitar pukul 12.30 Wita.
Ardi Ngongo berniat buang air kecil di semak-semak. Saat itulah ia mencium bau tidak sedap dan melihat ke arah timur, kemudian menemukan mayat tersebut.
Setelah memastikan temuan tersebut, Ardi bersama Mikael Pageru, keduanya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Denpasar Selatan.
Sementara itu, Ahmad Rofiq (46) juga sempat mencium bau tidak sedap dari TKP sejak kurang lebih dua pekan lalu. Namun ia mengira bau tersebut berasal dari bangkai hewan.
Tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar tiba di lokasi pada pukul 18.57 Wita untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan hasil olah TKP, kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk dan belum dapat teridentifikasi.
Kondisi jenazah sudah sangat parah, di mana tulang leher sudah terlepas dari badan pada persendian ruas tulang leher. Tangan kanan korban masih bertumpu pada cabang pohon tempat ia tergantung.
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 1 utas ikat pinggang warna cokelat, 1 buah sandal warna hitam di kaki kanan, dan 1 buah sandal warna putih di kaki kiri.
Pada pukul 21.18 Wita, Tim SAR Basarnas tiba di TKP dan memotong pohon untuk menurunkan jenazah. Jenazah kemudian terevakuasi oleh Ambulans BPBD Kota Denpasar pada pukul 21.39 Wita menuju Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Sementara itu, Kepolisian Sektor Denpasar Selatan hingga kini berupaya menyelidiki identitas mayat tersebut. (BP/OKA)













