DENPASAR, Balipolitika.com– Anggota MPR/DPD RI B-67, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik menyosialisasikan empat pilar kebangsaan bertajuk “Generasi Teknologi, Kreativitas Digital, dan Empat Pilar Kebangsaan: Membangun Indonesia di Era Inovasi” di Aula Kampus ITB Stikom Bali, Renon, Denpasar, Senin, 16 Maret 2026.
Niluh Djelantik mengatakan Empat Pilar MPR RI yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya menjadi dasar konstitusional negara, tetapi juga menjadi pedoman etika, nilai, serta arah pembangunan nasional dalam menghadapi berbagai dinamika perubahan global.
Selain membawa dampak positif, era transformasi digital yang ditandai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara manusia berinteraksi, bekerja, belajar, serta mengekspresikan gagasan dan kreativitas.
“Internet dan media digital kini menjadi ruang publik baru yang memungkinkan pertukaran informasi secara cepat, lintas batas, dan sangat luas. Generasi muda, khususnya mahasiswa di bidang teknologi, berada di garis depan perubahan ini sebagai aktor yang tidak hanya mengonsumsi teknologi, tetapi juga menciptakan inovasi digital,” ucap Niluh Djelantik.
Di sisi lain, perkembangan ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan bagi kehidupan berbangsa, seperti penyebaran disinformasi, misinformasi, hoaks serta polarisasi opini publik yang dapat mengancam harmoni sosial dan persatuan bangsa.
“Oleh karena itu, nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan menjadi semakin relevan sebagai landasan etika dalam memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan bersama. Dalam konteks pembangunan nasional, industri kreatif digital juga menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta memperkuat identitas budaya bangsa,” tegasnya.
Niluh Djelantik menambahkan kreativitas generasi muda dalam bidang teknologi, desain digital, konten kreatif, fotografi, animasi, dan berbagai inovasi berbasis teknologi dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan budaya Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekonomi digital global.
Sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada pengembangan teknologi informasi, kreativitas digital, dan inovasi, Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali memiliki peran strategis dalam membentuk generasi teknologi yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan serta tanggung jawab sosial dalam memanfaatkan teknologi bagi kemajuan bangsa.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Generasi Teknologi, Kreativitas Digital, dan Empat Pilar Kebangsaan: Membangun Indonesia di Era Inovasi” Niluh Djelantik berharap dapat terbangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana nilai-nilai kebangsaan dapat diintegrasikan dengan inovasi teknologi dan kreativitas digital sebagai kekuatan untuk membangun Indonesia yang maju, inklusif, dan berdaya saing global.
Narasumber Kadek Puja Astawa, S.E., M.H. atau yang akrab disapa Haipuja menyampaikan mater bertajuk “Kreativitas Digital dan Creator Economy di Era Inovasi”.
Kepada mahasiswa ITB Stikom Bali ia merinci bahwa media sosial sebagai ruang ekspresi dan kreativitas generasi digital.
Konten kreator asal Buleleng itu menyebut konten kreator sebagai medium narasi budaya dan identitas lokal Indonesia.
Haipuja juga menjabarkan tantangan dan peluang dalam industri kreatif digital di era algoritma dan ekonomi konten, termasuk strategi membangun personal branding digital yang autentik dan bertanggung jawab.
Terakhir, Haipuja menyinggung peran generasi muda dalam memanfaatkan teknologi untuk membangun ekosistem digital yang positif dan inklusif.
Anggota MPR/DPD RI B-67, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik menyebut ada sejumlah tujuan sosialisasi empat pilar kebangsaan di ITB Stikom Bali,
Pertama, meningkatkan pemahaman mahasiswa ITB Stikom Bali mengenai nilai-nilai Empat Pilar MPR RI sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kedua, mendorong kesadaran generasi teknologi untuk memanfaatkan inovasi digital secara bertanggung jawab dan beretika.
Ketiga, menggali peran kreativitas digital dan industri kreatif dalam memperkuat identitas nasional dan keberagaman budaya Indonesia.
Keempat, memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk mengembangkan inovasi teknologi dan kewirausahaan digital yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini diharapkan dapat menjadi ruang dialog yang inspiratif bagi mahasiswa ITB Stikom Bali untuk memahami relevansi nilai-nilai kebangsaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Melalui integrasi antara teknologi, kreativitas digital, dan nilai-nilai kebangsaan, generasi muda diharapkan mampu menjadi inovator yang tidak hanya menghasilkan kemajuan teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga persatuan bangsa, memperkuat identitas budaya Indonesia, serta membangun masa depan Indonesia yang inklusif dan berdaya saing global,” tutup Niluh Djelantik. (bp/ken)













