BADUNG, Balipolitika.com- Persembahan Putri dan Berkah Raja. Bali dikenal sebagai surga pantai dan spiritualitas kuno. Tahukah Anda, sebuah desa di Badung lahir dari hadiah seekor ikan? Sejarah Desa Kedonganan berawal dari kisah seorang pertapa suci. Kisah ini menjadi cerita turun-temurun di kalangan masyarakat.
Alkisah pada zaman dahulu, hiduplah seorang Dukuh. Dukuh berarti pertapa yang tinggal di wilayah terpencil. Ia memilih menetap di suatu tempat yang sunyi. Wilayah ini kemudian dikenal sebagai Dukuh Kedonganan.
Dukuh Kedonganan memiliki seorang putri yang sangat disayangi. Putri ini sering menghabiskan waktu di pantai. Ia mencari ikan untuk kebutuhan sehari-hari. Suatu hari, putri Dukuh menangkap ikan besar. Ikan yang berhasil ditangkap adalah ikan Tongkol (tuna). Putri itu merasa sangat gembira (senang) sekali.
Hadiah Raja Badung
Putri Dukuh Kedonganan memutuskan memberi persembahan. Ia mempersembahkan ikan Tongkol hasil tangkapannya. Ikan besar tersebut dipersembahkan kepada Raja Badung. Raja Badung saat itu adalah I Gusti Ngurah Agung Maruti.
Raja Badung sangat terkesan dan gembira. Ia terkesan atas persembahan ikan yang besar itu. Ia memutuskan memberikan imbalan kepada Dukuh. Hadiah yang diberikan berupa sebuah wilayah. Raja memberikan wilayah yang luas dan subur.
Wilayah yang diberikan sebagai imbalan ini. Wilayah ini kemudian dinamai Kedonganan. Nama ini diambil dari kisah putri yang menangkap ikan Tongkol. Sejak saat itu, wilayah tersebut menjadi permukiman.
Desa yang Terus Berkembang
Nama Kedonganan telah ada sejak masa Raja Badung. Desa ini terus berkembang menjadi desa nelayan. Lokasi yang strategis dekat pantai sangat mendukung. Masyarakat Kedonganan hidup damai dan tenteram. Kisah ini menjadi landasan nilai-nilai desa. Nilai gotong royong dan kesetiaan dijunjung tinggi.
Hingga kini, Kedonganan terkenal dengan hasil lautnya. Desa ini menjadi pusat kuliner seafood yang terkenal. Wisatawan datang menikmati hasil tangkapan nelayan. Warisan sejarah Kedonganan masih terasa kuat. Sejarah Desa Kedonganan adalah kisah harmonisasi alam dan istana. (BP/CHA).













