DENPASAR, Balipolitika.com– Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerakan Indonesia Raya (DPC Gerindra) Kota Denpasar berkomitmen menjadi partai politik (parpol) yang terbuka bagi masyarakat dari segala lapisan.
Penegasan itu disampaikan Ketua DPC Gerindra Kota Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, S.H., M.Kn. alias Gus Yoga serangkaian Pendidikan Politik Kader Partai Gerindra Kota Denpasar di Quest Hotel San Denpasar, Minggu, 26 Oktober 2025.
Di hadapan Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya, S.E., MH., alias De Gadjah, Sekretaris DPD Gerindra Provinsi Bali, I Kadek “Rambo” Budi Prasetya, Ketua PAC Gerindra se-Kota Denpasar, ranting, dan anak ranting, Gus Yoga menyebut pendidikan partai politik digelar dalam rangka menguatkan loyalitas, integritas, dan kapasitas kader.
“Apalagi sekarang Bapak Prabowo, Ketua Umum (DPP Gerindra) sudah jadi presiden. Saya harap kade-kader Partai Gerindra, khususnya Kota Denpasar selalu menyosialisasikan dan menyukseskan program-program Beliau,” pesan Gus Yoga.
Menariknya, Dikpol Partai Gerindra Denpasar yang mengusung tema “Peningkatan Kualitas dan Loyalitas Kader dalam Menyukseskan Program Pemerintahan Prabowo-Gibran” itu diserbu generasi Z atau mereka yang lahir antara tahun 1997-2012.
“Banyak kader baru, khususnya Gen Z yang bergabung di Partai Gerindra Kota Denpasar. Di Partai Gerindra, tidak ada kader senior, tidak ada kader junior. Yang ada adalah kader yang loyal dan berbuat untuk masyarakat,” ucap Gus Yoga yang juga mengemban amanat sebagai Wakil Ketua 1 DPRD Kota Denpasar.
“Mau dia dari keluarga dagang canang, mau dia dari keluarga dagang baju, mau dia dari keluarga kurang beruntung, tapi jika dia mau bekerja untuk masyarakat dan mau bergabung di Partai Gerindra, kami terbuka untuk itu. Karena kader partai Gerindra adalah kader yang berbuat untuk masyarakat. Jadi tidak eksklusif,” imbuhnya.
Gus Yoga menekankan bahwa Partai Gerindra adalah partai politik yang inklusif atau mengikutsertakan semua orang tanpa terkecuali, menghargai keberagaman latar belakang, kemampuan, dan status, serta tidak meminggirkan kelompok mana pun.
“Bukan yang boleh masuk cuma anak bupati, anak pejabat, tapi sebaliknya. Partai Gerindra sangat terbuka untuk semua pihak. Semua anak bangsa yang memiliki keinginan mengawal program Prabowo-Gibran boleh masuk,” ungkap Gus Yoga.
Dalam kesempatan itu, Ketua DPD Gerindra Provinsi Bali, Made Muliawan Arya, S.E., MH., alias De Gadjah mengedukasi audiens bahwa buta politik adalah sikap merugikan diri-sendiri.
“Politik itu indah, tapi ada oknum yang membuatnya tidak indah. Kalau itu benar-benar belajar politik, kita jalani, dan bertemu mentor yang bagus, makan politik itu akan menjadi hal yang luar biasa. Karena semua keputusan di negeri ini ditentukan oleh politik,” ungkap De Gadjah berbagi.
“Saya menemukan mentor yang luar biasa, Bapak Prabowo Subianto. Jadi, contohlah orang yang benar-benar tulus dan benar-benar mengabdikan dirinya kepada nusa dan bangsa,” sambungnya.
De Gadjah juga menekankan bahwa loyalitas merupakan napas Partai Gerindra.
“Yang pertama, Saudara-saudara harus loyal kepada masyarakat, terutama kader-kader yang terpilih sebagai eksekutif dan legislatif. Kedua, harus loyal kepada partai. Ketiga, loyal pada pimpinan. Kalau sudah loyal kepada masyarakat, otomatis loyal kepada partai karena sesuai AD/ART partai. Kalau sudah loyal kepada rakyat dan partai, otomatis loyal pada pimpinan,” ungkap De Gadjah.
Sebelumnya, Ketua Penyelenggara Pendidikan Politik 2025 sekaligus Ketua PAC Gerindra Kecamatan Denpasar Selatan, Ir. Gede Tommy Sumerta, S.T. menyebut acara tersebut digelar dalam rangka meningkatkan militansi loyalitas agar kader Partai Gerindra lebih berguna di masyarakat.
Diikuti oleh lebih dari 150 kader, Pendidikan Politik 2025 menghadirkan narasumber dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Denpasar. (bp/ken)













