BALI, Balipolitika.com – Hindu di Bali menganut paham Siwa Sidanta, sehingga Dewa Siwa menjadi figur suci, yang sangat penting selain Dewa Wisnu dan Dewa Brahma. Salah satu hari paling baik memuja beliau adalah Siwaratri.
Siwaratri tahun 2026, pada Sabtu 17 Januari 2026. Siwaratri adalah hari suci, hari malam payogan Dewa Siwa. Sejatinya Dewa Siwa selalu beryoga setiap bulan, yakni pada Purwani Tilem. Perbedaannya, untuk perayaan Siwaratri setiap tahun sekali.
Siwaratri jatuh pada panglong ping 14, sasih magha krsna paksa atau Sasih Kapitu sesuai perhitungan dalam kalender Hindu. Payogan Dewa Siwa ini, juga harusnya juga umat Hindu ikuti khususnya di Bali.
Sebagai pengendalian diri dengan tapa brata dan yoga semadi. Sehingga mampu menuju kesucian, sesuai ajaran agama dalam perjalanan spiritual menuju keseimbangan dan kerahayuan lahir batin. Termasuk upawasa atau berpuasa.
Dalam Kakawin Siwaratrikalpa, beberapa hal yang harus saat malam Siwaratri. Salah satunya yang paling terkenal, adalah dengan tetap melek atau jagra.
Hal ini dalam Siwaratri Kalpa bait 37.2. Bunyinya, ri sampun i telas rahina ring wengi wiyata matangnya tan mrema/bhatara siwalingga kewala sirarcanan i dalem ikang suralaya/kumara nguniweh gajendrawadana ng ruhunanan sira kapwa pujanen/rikang rajani yama pat gelarana krama nira manuta ng sakabwatan.
Kutipan artinya, setelah siang hari berlalu pada malam harinya patut melek jangan sekali-kali tidur/selalu memuja Sang Hyang Siwa dalam perwujudan Siwalingga yang bersemayam di alam Siwa/ di dahului dengan memuja Hyang Siwa dan Hyang Gana pada malam harinya melakukan yamapat yang sesuai menurut batas kemampuan.
Sehingga pada malam Siwaratri berupaya agar jangan tidur, namun yoga semadi memuja Dewa Siwa juga Dewa Gana. Sebagai upaya menggembleng diri menuju sifat sifat Sattwam.
Sebagai upaya umat manusia, mencapai tujuan akhir yaitu Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma. Atau mencapai kebahagiaan akhir dari kehidupan, yakni menyatu dengan Brahman (Tuhan).
Untuk itu, jangan lewatkan hari suci ini tanpa memuja Dewa Siwa. Dikenal ada 18, atau Asta Dasa Purana yang membahas tentang kemuliaan dan keagungan Dewa Siwa.
Beberapa adalah Brahma Purana, Visnu Purana, Markandeya Purana, Padma Purana, Skanda Purana, dan lain sebagainya. Salah satu purana, yaitu Padma Purana menjelaskan ihwal Dewa Siwa dengan Dewi Parwati yang tinggal di gunung Kailasa (Kailas). (BP/OKA)













