JEMBRANA, Balipolitika.com- Arus liburan Nataru. Arus masuk masyarakat ke Pulau Dewata melalui jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk mengalami kenaikan yang sangat tajam. Lonjakan signifikan ini mulai terjadi dalam empat hari terakhir seiring masuknya masa libur Natal dan Tahun Baru 2026. Puluhan ribu wisatawan dari berbagai daerah di Pulau Jawa mulai memadati area pelabuhan guna merayakan momentum liburan di Bali.
“Selama empat hari terakhir ini, lebih dari 88 ribu orang tercatat masuk ke Bali melalui penyeberangan Pelabuhan Ketapang,” ujar General Manager ASDP Cabang Ketapang, Ardhi Ekapaty, saat memberikan keterangan resmi pada Senin, 22 Desember 2025.
Data produksi dari Pelabuhan Ketapang menunjukkan tren kenaikan jumlah penumpang yang konsisten setiap harinya sejak pertengahan pekan. Pada Kamis, 18 Desember 2025, tercatat sebanyak 16.638 orang telah menyeberang menuju dermaga Gilimanuk di Jembrana. Angka tersebut terus merangkak naik hingga menyentuh angka 22.508 penumpang pada hari Jumat berikutnya.
“Pada hari Minggu kemarin, jumlah penumpang mencapai puncaknya hingga lebih dari 26 ribu orang masuk ke Bali dalam sehari,” ungkap Ardhi Ekapaty mengenai trafik harian tertinggi selama periode libur panjang tersebut.
Puncak kepadatan arus penumpang terjadi pada Minggu, 21 Desember 2025, dengan total 26.831 orang yang melintasi Selat Bali. Momentum libur sekolah serta persiapan perayaan Natal menjadi pemicu utama masifnya pergerakan manusia menuju wilayah timur. ASDP memprediksi arus masuk ke Bali masih akan tetap tinggi hingga beberapa hari menjelang pergantian tahun baru.
“Lonjakan arus masuk ke Bali dipicu oleh momentum libur sekolah serta libur Natal dan perayaan Tahun Baru 2026,” tambah Ardhi Ekapaty menjelaskan penyebab utama kenaikan volume penumpang kapal tersebut.
Guna mengantisipasi kepadatan yang lebih parah, pihak ASDP kini mengoperasikan sekitar 30 hingga 31 unit kapal setiap harinya. Armada kapal tersebut melakukan ratusan trip penyeberangan secara bergantian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan dan orang. Petugas pelabuhan juga bekerja ekstra keras demi memastikan tidak ada antrean kendaraan yang mengular di luar area dermaga.
“Kami mengoperasikan 30 hingga 31 kapal per hari dengan ratusan trip penyeberangan guna menjaga kelancaran arus menuju Bali,” papar Ardhi Ekapaty terkait langkah mitigasi kemacetan di area pelabuhan penyeberangan.
Selain mobilitas penumpang perorangan, volume kendaraan bermotor yang menyeberang menuju Bali juga mengalami peningkatan yang drastis. Selama periode empat hari tersebut, total kendaraan yang melintasi jalur laut dari Ketapang menuju Gilimanuk melebihi 24 ribu unit. Kendaraan roda dua, mobil pribadi keluarga, serta bus pariwisata besar mendominasi arus lalu lintas menuju destinasi wisata favorit dunia itu.
“Tercatat mencapai lebih dari 24 ribu unit kendaraan yang didominasi oleh motor, mobil pribadi, serta bus pariwisata,” pungkas Ardhi Ekapaty. (BP/CHA).








