JEMBATAN ITU
Jembatan itu ….
kau bilang jalan pintas menuju langit, kala dunia menolakmu sengit
pesan yang ditulis tanpa tujuan, tergores acak tanda kekalahan
meniup ribuan kata pada angin lewat, yang slalu menuntut kuat
kepedihan yang taat, terpikul jadi beban nan sarat
Jembatan itu….
berdiri kokoh tanpa gamang, memanggil tenang
“Terbanglah dan melayang…”
Raih impian yang terbuang di dasar jurang
Badung, 2026
PENGHUJUNG MALAM
Di penghujung malam
yang kau lewati bersama keresahan
berharap hujan hanya menyejukkan
bukan menenggelamkan
Gemericik air yang dulu indah
kini berganti wajah
menyapu setiap sudut kenangan
waktumu telah di ujung perjanjian
Bolehkah menunda lagi?
Mohon batas toleransi?
Tanpa maksud menolak takdir
ketika hidup di titik nadir
Badung, 2026
INTERAKSI MAYA
Hanya sementara
tak berlaku selamanya
terlalu percaya
koneksi yang tak nyata
dari interaksi maya
hanya ingin tahu kabar
dari berita yang tersiar
bukan perhatian
apalagi ketulusan
kecewa akan menyapa
ketika semua tak lagi sama
saat kata tanpa makna
Badung, 2026
PECUNDANG
Janjimu rela berperang,
membela cinta yang terhalang
Nyatanya…. hujan bergemuruh,
kau segera lari menjauh,
karena mengira langit runtuh
Jangan berlagak pemenang,
bila hanya jadi pecundang
Badung, 2026
BIODATA
Ni Wayan Margiani, lahir di Badung, Bali, 19 September 1977. Sejak kecil suka membaca dan menulis fiksi. Dan sampai kini masih aktif menulis fiksi untuk media online.













