Ignatius Darmawan
-
Cerpen
Budeng
“KAMU itu sudah terkena pelet sehingga tidak bisa melupakan perempuan penari itu.” Suara ayahnya menggelegar. Menghantam kuping Markudut, sang anak…
Selengkapnya » -
Sastra
Bahagia Menjadi Orang Tidak Penting
KITA hidup di zaman ketika percakapan terdengar seperti bisik-bisik kecurigaan. Di ruang kerja, di panggung seni, bahkan di lingkar pertemanan, terasa…
Selengkapnya » -
Sastra
Pak Besar
LELAKI itu membuka jendela rumahnya setiap pagi layaknya orang yang baru keluar dari kegelapan. Dia tinggal di dalam rumahnya sepanjang…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Kardanis Mudawi Jaya
SELAMAT JALAN IGNATIUS DARMAWAN Senin malam menyambangimu Katamu, esok dokter memutuskan Untuk pengambilan lendir-lendir Yang mencair di paru-paru Dalam suara…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Heru Patria
CINGKRANG Sepasukan itik, tanpa berkutik, berbaris baik Menuju satu titik, dilarang berbalik Meski dunia jungkir balik, itik tak melirik Adanya…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Maria Utami
Catatan Si Penanak Nasi Aku hanya penanak nasi di sudut ruang dalam rumah ini. Tapi kupunya indera mata juga telinga…
Selengkapnya » -
Sastra
Parade Puisi Ni Komang Mutiara Dewi, Ni Wayan Margiani, Rety Wijayanti
Puisi Ni Komang Mutiara Dewi: Lara tak Berujung Kepingan berselimut kelabu, Alunan melodi tak tentu arah, Sebab sembab menjadi obatnya,…
Selengkapnya » -
Esai
Tubuh Buruh dalam Pergulatan Bahasa
SEBELUM membicarakan gagasan, kita harus ingat satu hal paling dasar diri manusia, yaitu tubuh. Manusia ada karena memiliki tubuh. Tubuh…
Selengkapnya »









