Ignatius Darmawan
-
Esai
Melampaui Suara Lantang: Menjadi “Hadir” di Ruang Publik
The presence of others who see what we see and hear what we hear assures us of the reality of…
Selengkapnya » -
Sastra
Masa Mudaku Tak Pernah Kurasakan
RIM, seorang anak yang mengendarai kuda besi peninggalan kakaknya. Tangan kirinya memegang karung ukuran besar berwarna putih. Di tengah keramaian…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi S. Sigit Prasojo
Rumah Tanpa Tanggal Lahir Aku tinggal di ruang yang tak pernah tahu kapan dibangun— seperti pertanyaan yang tidak dilahirkan…
Selengkapnya » -
Sastra
Ingatan dari Rahim Ibu
SEBELUMNYA aku tak tahu dunia itu seperti apa, karena sebelumnya aku hanya mendengar segalanya melalui rahim ibu. Aku berasal dari…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Ahmad Rizki
Duh, Mutia laki-laki dan perempuan adalah dua kabut yang berkabung dalam bahasa: sunyi yang berdesakan di halte bus kota sebuah…
Selengkapnya » -
Esai
Tafsir Kemerdekaan di Tengah Ketidakwarasan
DALAM hukum internasional, dikenal dua teori pengakuan negara. Teori deklaratif menyebutkan bahwa sebuah entitas dapat dianggap sebagai negara jika memenuhi…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Riska Widiana
WANITA YANG TAK BERHENTI BERLARI Mimpi-mimpi menumpuk bagai guguran daun Di dalam kepala yang bundar Katanya, sambil menyalakan api Pagi-pagi…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi M Abdul Roziq
SAJAK YANG DIPATAHKAN Kau dulu bangga jadi kursi. Dibuat dari kayu jati terbaik hutan utara, dipernis oleh tangan-tangan tukang yang…
Selengkapnya » -
Sastra
Puisi-Puisi Firman Fadilah
POLISI DAN KAMERA Seorang polisi berdiri di tepi perempatan mengatur lalu lintas, seragamnya masih licin, wangi dan maskulin, pluit ditiupkan,…
Selengkapnya »









