BADUNG, Balipolitika.com– Pukulan gong sebanyak tiga kali oleh Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta secara resmi membuka Parade Ogoh-Ogoh Yowana Desa Adat Padang Luwih II di Nista Mandala Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Padang Luwih, Rabu, 18 Maret 2026 pukul 20.50 Wita.
Usung tema “Sundaram, Sanjayam, Amrtam” yang bermakna spirit harmoni untuk mencapai kemenangan diri untuk mewujudkan kesejahteraan hidup, Parade Ogoh-Ogoh Desa Adat Padang Luwih II diikuti oleh enam banjar adat, yakni Banjar Gaji, Banjar Kwanji, Banjar Tegaljaya, Banjar Celuk, Banjar Jeroan, dan Banjar Pendem.
Parade ini juga disemarakkan oleh sejumlah ogoh-ogoh krama tamiu di wilayah Desa Adat Padang Luwih.
Dalam sambutannya, Bagus Alit Sucipta menegaskan bahwa parade ini bukan sekadar atraksi budaya, melainkan media edukasi sosial untuk membangun karakter generasi muda.
“Parade ogoh-ogoh ini merupakan wujud nyata pelestarian seni, adat, dan budaya Bali yang diwariskan secara turun-temurun. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi bagi generasi muda dalam mengekspresikan kreativitas secara positif dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan peningkatan anggaran merupakan investasi sosial untuk mencetak generasi yang kreatif dan berintegritas.
“Kebijakan ini bukan semata-mata bentuk fasilitasi, tetapi merupakan investasi sosial dalam membangun generasi muda yang kreatif, berintegritas, dan berdaya saing. Generasi muda adalah ujung tombak keberlanjutan budaya dan pembangunan daerah,” tegas Bagus Alit Sucipta.
Bagus Alit Sucipta juga mendorong pemberdayaan undagi lokal agar talenta muda Badung memiliki identitas budaya yang kuat.
Terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi, ia mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan toleransi.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk melaksanakan Catur Brata Penyepian dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab, sehingga tercipta suasana yang aman, nyaman, dan kondusif. Selain itu, penting bagi kita semua untuk terus menjaga toleransi dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat,” pesannya.
Lebih lanjut, Bagus Alit Sucipta mengingatkan bahwa Nyepi adalah warisan budaya dunia yang harus dijaga kolektif.
“Nyepi bukan hanya milik umat Hindu, tetapi merupakan warisan budaya Bali yang telah dikenal dunia. Oleh karena itu, pelestariannya menjadi tanggung jawab bersama, termasuk dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah,” tambahnya.
Sembari menekankan bahwa Pemerintah Badung hadir bagi Yowana Badung, Bagus Alit Sucipta memberikan apresiasi sebesar Rp5 juta rupiah per banjar adat (Rp30 juta) dan Rp10 juta untuk Yowana Prasada Amertha, Desa Adat Padang Luwih.
“Kami ingin mengangkat kreativitas Yowana Badung. Bukan memanjakan, tapi ini bukti komitmen kami selalu hadir di tengah-tengah adik-adik yowana,” tegas Bagus Alit Sucipta.
Senada, Bendesa Adat Desa Adat Padang Luwih, I Ketut Adi Ardana juga menegaskan dukungan desa adat kepada Yowana Prasada Amertha, Desa Adat Padang Luwih berupa dukungan dana sebesar Rp25 juta untuk menyukseskan parade ogoh-ogoh tersebut.
Sembari mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh pemerintah, I Ketut Adi Ardana menekankan bahwa parade ini merupakan simbol soliditas antara pemerintah, desa adat, dan generasi muda.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata sinergi kami dalam menjaga akar budaya. Melalui parade ini, kami tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga mempererat tali persaudaraan dan komitmen kolektif krama desa dalam melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yowana Prasada Amertha, Desa Adat Padang Luwih, I Gusti Bagus Dwipayana menjelaskan bahwa parade ogoh-ogoh tahun ini diikuti oleh 6 STT dari seluruh banjar adat di wilayah Padang Luwih.
I Gusti Bagus Dwipayana berharap dukungan yang sama pada parade ogoh-ogoh di tahun-tahun mendatang.
“Tahun ini lebih semangat lagi. Apalagi dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Badung dan istri. Yowana gladi sampau jam 3 dini hari. Inilah wujud semangat para yowana kami,” ucapnya.
Turut hadir dalam parade ogoh-ogoh tersebut Ketua WHDI Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, Camat Kuta Utara, I Putu Eka Parmana, Perbekel Desa Dalung, I Gede Putu Arif Wiratya, Prajuru Adat dan Dinas, tokoh masyarakat, serta krama Desa Adat Padang Luwih. (bp/ken)













