JEMBRANA, Balipolitika.com- Susun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, Wakil Bupati Jembrana, I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Negara tahun 2026, Rabu, 11 Februari 2026.
Musrenbang ini mengambil tema Transformasi Teknologi dalam Empati Fiskal untuk Kemandirian Industri, Perdagangan dan Ketahanan Pangan Menuju Jembrana Maju, Harmoni, dan Bermartabat.
Ipat dalam sambutannya menekankan dua prinsip utama yang menjadi kompas pembangunan Jembrana tahun 2027, yaitu Empati Fiskal dan Transformasi Teknologi.
Empati Fiskal dimaksud dengan menegaskan bahwa anggaran daerah tidak boleh sekadar menjadi angka di atas kertas.
Anggaran harus memiliki “rasa” dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam membantu kelompok lemah dan menggerakkan ekonomi desa.
Transformasi Teknologi dimaksud dengan mendorong seluruh lapisan birokrasi dan ekonomi rakyat untuk meninggalkan cara lama dan memanfaatkan teknologi guna mempercepat layanan publik serta meningkatkan produktivitas ekonomi.
Pangan, hilirisasi, dan jati diri menjadi poin krusial dalam musrenbang ini di mana satu hal yang menjadi sorotan utama adalah komitmen pemerintah untuk melibatkan generasi muda secara lebih inklusif.
Dengan populasi pemuda yang mencapai lebih dari 40 persen di Jembrana, mereka tidak lagi dipandang sebagai pelengkap atau penonton, melainkan mitra strategis dalam perencanaan daerah.
Seluruh perangkat daerah diinstruksikan untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi ide dan kreativitas pemuda.
“Mari Pemuda Jembrana terlibat berkolaborasi, dan membangun bersama pemerintah. Seluruh perangkat daerah: buka ruang seluas-luasnya bagi gagasan pemuda dan masyarakat. Jadikan Musrenbang ini ruang dialog, bukan ruang formalitas,” ungkap Ipat.
Ipat juga mengimbau para delegasi dari desa dan kelurahan untuk mengusulkan program yang benar-benar dibutuhkan, menyelaraskan dengan prioritas kabupaten demi efisiensi anggaran, serta mengawal usulan tersebut hingga terealisasi.
“Saya tidak ingin musrenbang hanya selesai hari ini sebagai formalitas, tapi hasilnya harus benar-benar dirasakan masyarakat di tahun-tahun mendatang,” tegas Ipat. (bp/ken)













