BISNIS, Balipolitika.com – Harga emas melambung tinggi meroket tanpa batas. Bahkan kini sudah tembus Rp3,1 juta lebih per gram. Padahal tahun 2016 harga emas per gram masih Rp600 ribu.
Lonjakan harga emas ini, tidak terlepas dari ketidakpastian dunia dan ekonomi global. Sebab hanya dalam beberapa tahun di 2026 sudah menjadi Rp2,7 juta per gram.
Bahkan kini terus merangkak naik, dan belum ada tanda penurunan. Tentu saja hal ini menjadi keuntungan bagi warga pemilik emas, apalagi jika jumlahnya banyak.
Seperti seorang ibu yang viral di media sosial, ia mengaku membeli emas dengan modal awal sekitar Rp41 juta kini ia menjualnya dengan harga Rp927 juta.
Namun jangan senang dulu, emas naik tanpa kendali seperti ini pertanda bahwa dunia sedang tidak baik-baik saja. Sebab semua orang lari mengamankan aset ke emas sehingga permintaan emas naik.
Kenaikan harga emas ini adalah lambang dari kepanikan pasar, terhadap isu perang dagang dan militer saat ini. Sehingga mata uang fluktuatif dan emas menjadi safe haven.
Ini juga terkait dengan Amerika Serikat, yang kebingungan membayar utangnya. Sehingga melakukan kontraksi pasar serta provokasi untuk membuat emasnya laku. Sebab cadangan emas Amerika Serikat cukup besar.
Kenaikan harga emas sebenarnya lebih menguntungkan bagi Amerika Serikat (AS) karena beberapa alasan:
1. Dolar AS sebagai mata uang global: Dolar AS adalah mata uang global yang paling banyak terpakai, sehingga kenaikan harga emas biasanya terukur dalam dolar AS. Ketika harga emas naik, nilai dolar AS relatif stabil, sehingga AS tidak terlalu terpengaruh oleh kenaikan harga emas.
2. AS sebagai produsen emas: AS adalah salah satu produsen emas terbesar di dunia. Kenaikan harga emas membuat AS dapat meningkatkan pendapatan dari ekspor emas.
3. Investor AS memiliki banyak emas: Banyak investor AS yang memiliki emas sebagai aset safe haven. Ketika harga emas naik, nilai aset mereka meningkat, sehingga mereka dapat memperoleh keuntungan.
4. Dolar AS sebagai safe haven: Dalam situasi ketidakpastian ekonomi, investor cenderung membeli dolar AS sebagai safe haven, sehingga nilai dolar AS meningkat. Kenaikan harga emas dapat memperkuat posisi dolar AS sebagai safe haven.
Namun, bahwa kenaikan harga emas juga dapat memiliki dampak negatif bagi AS, seperti:
– Inflasi: Kenaikan harga emas dapat menyebabkan inflasi, yang dapat mengurangi daya beli masyarakat AS.
– Ketergantungan pada impor: AS masih bergantung pada impor emas, sehingga kenaikan harga emas dapat meningkatkan biaya impor.
Dalam keseluruhan, kenaikan harga emas dapat memiliki dampak positif bagi AS, tetapi juga memiliki risiko yang perlu diwaspadai. (BP/OKA)













