NASIONAL, Balipolitika.com – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), menangis saat wawancara dengan Najwa Shihab.
Usai mendapat pertanyaan, apakah tidak adanya status bencana nasional menyulitkannya dalam menangani bencana di Aceh.
Mualem pun terdiam dan menangis, karena merasa sangat terharu dan tak kuasa melihat penderitaan rakyat Aceh akibat banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Sumatera.
Beberapa alasan yang membuatnya emosional adalah karena banjir ini seperti “tsunami kedua” yang menghancurkan permukiman, menghilangkan beberapa kampung, dan menelan banyak korban jiwa.
Mualem merasa belum ada respon yang cukup dari pemerintah pusat, terutama soal penetapan status bencana nasional yang menurutnya bisa mempercepat bantuan, khususnya dari bantuan asing.
Banyak warga yang meninggal bukan karena banjir, tapi karena kelaparan akibat lambatnya distribusi logistik ke daerah terisolasi. Mualem juga menyoroti sikap beberapa bupati yang nampaknya kurang peduli dan bahkan kabur saat bencana terjadi.
Mualem tetap bersemangat dan berharap bantuan segera tiba, sambil menekankan pentingnya solidaritas dan doa. Najwa Shihab sendiri memuji dedikasi Mualem yang terus terjun langsung membantu rakyat.
Sampai saat ini, jumlah korban banjir bandang di Sumatera per 9 Desember 2025 adalah meninggal dunia 964 jiwa. Hilang 291 orang dan Luka-Luka lebih dari 5.000 jiwa. Hampir jutaan warga mengungsi.
Bencana ini berdampak pada 52 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan lebih dari 157 ribu rumah rusak dan ratusan fasilitas umum terdampak. Pemerintah terus melakukan evakuasi, distribusi bantuan, dan perbaikan infrastruktur. (BP/OKA)













