Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Sastra

  • Puisi-Puisi Zikri Amanda Hidayat

    Putri Malu Cinta bersemayam di sepasang mataku Lalu khusyuk hendak menangkap tatapanmu Kau bagai bunga putri malu Kuncup, ketika suaraku…

    Selengkapnya »
  • Ketika Magenta Berani Melepas Jemari

    DUNIA bergemuruh, sebuah dengungan familiar dan konstan di bawah jemari Magenta. Layar-layar menyala, notifikasi berbunyi, dan guliran tak berujung di…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Ahmad Rizki

    Duh, Mutia laki-laki dan perempuan adalah dua kabut yang berkabung dalam bahasa: sunyi yang berdesakan di halte bus kota sebuah…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Dewis Pramanas

    AKU MENCINTAIMU DENGAN SABAR perjalanan kita masih panjang seperti lautan yang tiada bertepi aku bahkan masih belajar pada ombak bagaimana…

    Selengkapnya »
  • Sekolah Tikus: Belajar dari yang Kecil

    ADA semacam godaan yang selalu datang ketika kita membaca buku puisi baru: kita ingin segera menemukan “kunci” yang akan membuka…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Lusa Indrawati

    Patah Sebab patah adalah jatuh Hati teriris kesedihan luruh Sebab patah adalah Menanam benih harapan Tumbuh menjulang Memetik rasa sakit…

    Selengkapnya »
  • Titah dari Langit

    JELAS ini bukan salahku. pemecatan Dian sebagai kepala HRD di perusahan ini semata-mata karena kesalahannya. Dia tidak mengikuti aturan yang…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Yoga Dzulkarnain

    MALMING Malming menggigil memanggilmu tanpa satu pelukan bertamu hening membingkai perjumpaan yang telah layu di pintu gerbang para pelacur kata…

    Selengkapnya »
  • SLF 2025, Boy Candra dan JS Khairen Berbagi Proses Kreatif di Singaraja

    BULELENG, Balipolitika.com- Lebih dari seribu talenta sastra dari kalangan siswa, mahasiswa, dan umum di Singaraja mengikuti acara Manajemen Talenta Nasional…

    Selengkapnya »
  • Puisi-Puisi Putu Oka Sukanta

    SAMPAH REPUBLIK Di kala negeriku gelap Rumah mewah itu gemerlap Di kala rakyat kelaparan Mereka muntah kekenyangan Di kala masyarakat…

    Selengkapnya »
Back to top button

Konten dilindungi!