Sastra
-
Mochtar Lubis 2.0
SAYA sedih mendengar bahwa nilai TKA Matematika dan matpel lainnya di Indonesia “terjun bebas” di akhir 2025 serta IQ rata-rata…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Wiwit Atra Putra
Pengakuan hatiku, barangkali medan magnet yang retak, menarik rindu dari bentangan jarak. bayangan yang bersisa mengalir di membran…
Selengkapnya » -
Bahagia Menjadi Orang Tidak Penting
KITA hidup di zaman ketika percakapan terdengar seperti bisik-bisik kecurigaan. Di ruang kerja, di panggung seni, bahkan di lingkar pertemanan, terasa…
Selengkapnya » -
Kisah Penghabisan Melalui Akar Van Gogh
“I dream my painting, and then I paint my dream.” (Vincent van Gogh) LUKISAN TERAKHIR Vincent van Gogh, “Tree Roots“, selesai…
Selengkapnya » -
Puisi-Puisi Syeftyan Afat
Di Hamparan Senja Tubuhmu mendirikan bentangan bagi ketiadaan, seperti sungai purba yang hilang arusnya. Aku mengumpulkan sisa kehangatan di udara…
Selengkapnya » -
Ananda Sukarlan, Lukisan Huiga, dan Sinestesia: Ketika Bunyi Menjelma Warna dalam Relasi Zaman
SAYA menulis kuratorial ini bukan dari jarak aman seorang pengamat, melainkan dari posisi yang lebih rapuh: sebagai ayah dari pelukisnya.…
Selengkapnya » -
Puisi adalah Rasa, Musik Menarasikannya
SEJARAH mencatat bahwa para nabi dan wali sering kali menggunakan aneka wahana untuk menyiarkan wahyu Tuhan. Ajaran kebaikan itu diceritakan…
Selengkapnya » -
Pak Besar
LELAKI itu membuka jendela rumahnya setiap pagi layaknya orang yang baru keluar dari kegelapan. Dia tinggal di dalam rumahnya sepanjang…
Selengkapnya » -
Di Balik Romantisme Hujan
DI TENGAH kecenderungan ruang publik yang semakin dipenuhi percakapan dangkal, forum diskusi sastra–seni rupa yang diselenggarakan RuSa TerBang Project di…
Selengkapnya » -
Bisakah SEAblings Melakukan Cancel Culture terhadap Korean Pop?
PERDEBATAN mengenai relasi budaya antara Asia Tenggara dan Korea Selatan menyala di platform X. Serangkaian komentar bernada merendahkan dan rasis…
Selengkapnya »









