DENPASAR, Balipolitika.com– I Gusti Ayu Badri (97 tahun) menyusul kepergian sang suami tercinta, Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, Gubernur Bali periode 1978-1988 yang wafat 10 Juli 1995 (67 tahun) ke Suargaloka, Sabtu, 5 September 2026.
Ibu kandung Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, mantan Wali Kota Denpasar sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) masa bakti 2024-2029 itu berpulang di usia 97 tahun.
Pendamping hidup Prof. Dr. Ida Bagus Mantra yang dikenal sebagai tokoh besar pendidikan dan kebudayaan sekaligus berjasa mendirikan Universitas Udayana dan kini namanya diabadikan menjadi nama jalan utama, yaitu Jalan By Pass Prof. Dr. Ida Bagus Mantra itu merupakan figur penting dalam sejarah kebudayaan dan sosial-politik Bali modern.
I Gusti Ayu Badri dipandang sebagai sosok pendamping yang anggun, bersahaja, dan konsisten menjaga kedalaman nilai-nilai tradisi Hindu-Bali di tengah gelombang modernisasi daerah.
Perjalanan hidup I Gusti Ayu Badri berjalan beriringan dengan dinamika pengabdian sang suami yang memegang berbagai posisi strategis di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Pada fase awal pengabdian sang suami di ranah akademis, I Gusti Ayu Badri mendampingi Prof. Mantra saat meletakkan batu pertama pendidikan tinggi di Bali melalui perintisan Fakultas Sastra cabang Universitas Airlangga pada tahun 1958, yang kemudian berkembang menjadi Universitas Udayana pada tahun 1962 dan resmi berdiri independen pada tahun 1964.
Selama masa kepemimpinan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra sebagai Rektor Pertama Universitas Udayana periode 1964–1968, I Gusti Ayu Badri mengampu peran sosial sebagai pengayom keluarga besar akademisi Denpasar.
Pengabdian tersebut berlanjut ketika sang suami diangkat menjadi Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia selama satu dasawarsa (1968–1978), Gubernur Bali dua periode (1978–1988), Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk India (1989–1992), hingga menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Agung RI (1993–1995).
Dari pernikahannya dengan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra, I Gusti Ayu Badri melahirkan lima orang putra dan putri yang melanjutkan pengabdian di berbagai sektor kemasyarakatan, akademis, dan pemerintahan.
Pengasuhan di dalam keluarga Mantra-Badri menekankan keseimbangan antara tradisi luhur Bali dan pendidikan modern berwawasan global.
Anak tertua dalam keluarga adalah Ida Ayu Wijayanti, seorang putri yang memegang peran sentral dalam menjaga keutuhan tradisi keluarga.
Putra kedua adalah Dr. Ida Bagus Putra Diksotama Mantra, yang lahir di Jakarta pada 20 Mei 1958 dan memilih karier di dunia akademis serta profesional.
Putra ketiga adalah Ida Bagus Oka Udayana, yang telah berpulang lebih dahulu.
Putra keempat adalah Ida Bagus Gde Wirawibawa Mantra yang berpulang pada 26 Agustus 2023 di RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
Putra bungsu adalah Dr. I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, S.SE., M.Si. (Rai Mantra) yang lahir di Denpasar pada 30 November 1967 dan meneruskan jejak kepemimpinan publik sang ayah sebagai Wali Kota Denpasar periode 2008–2021 serta tokoh politik Bali.
Kepergian I Gusti Ayu Badri menutup satu babak sejarah pengabdian sepasang suami-istri yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan Bali. (bp/ken)














