GIANYAR, Balipolitika.com– Anggota MPR/DPD RI B-67, Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik menyosialisasikan empat pilar kebangsaan bertajuk “Empat Pilar Kebangsaan sebagai Landasan Kehidupan Demokrasi Generasi Muda” di SMK Negeri 1 Gianyar, Selasa, 15 September 2026.
Sosialisasi ini dalam rangka membentuk fondasi generasi muda yang kritis dan partisipatif dalam kehidupan demokrasi di era digital.
Niluh Djelantik –sapaan akrab Ni Luh Putu Ary Pertami Djelantik– menjelaskan empat pilar kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta Bhinneka Tunggal Ika merupakan nilai dan landasan penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pemahaman terhadap nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk warga negara yang memiliki karakter kebangsaan, menghargai perbedaan, memahami hak dan kewajiban, serta mampu berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi.
Terang Niluh Djelantik generasi muda memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi Indonesia.
Sebagai kelompok yang akan menjadi bagian penting dari masyarakat dan dunia kerja di masa mendatang, generasi muda perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai nilai-nilai kebangsaan sekaligus kemampuan untuk menyikapi berbagai persoalan sosial secara kritis, terbuka, dan bertanggung jawab.
Perkembangan teknologi digital turut mengubah cara generasi muda memperoleh informasi, berkomunikasi, menyampaikan pendapat, serta berinteraksi dengan lingkungan sosial.
Media digital memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam berbagai isu publik.
“Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan, seperti penyebaran informasi yang tidak benar, provokasi, ujaran kebencian, polarisasi, serta kecenderungan untuk menerima informasi secara cepat tanpa melakukan verifikasi,” bebernya.
Dalam konteks kehidupan demokrasi, kemampuan untuk berpikir kritis menjadi semakin penting.
Sikap kritis tidak berarti selalu menolak atau mempertentangkan suatu pendapat, tetapi mampu memahami informasi, mempertimbangkan berbagai sudut pandang, membedakan fakta dan opini, serta menyampaikan pendapat berdasarkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pada saat yang sama, sikap partisipatif perlu ditumbuhkan agar generasi muda tidak menjadi kelompok yang apatis terhadap persoalan di lingkungan sekitar maupun perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan dapat menjadi landasan bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai dinamika tersebut.
Pancasila memberikan pedoman nilai dalam bersikap dan berinteraksi, UUD NRI Tahun 1945 menjadi landasan konstitusional dalam kehidupan bernegara, NKRI memperkuat kesadaran mengenai persatuan dalam kehidupan kebangsaan, sedangkan Bhinneka Tunggal Ika mengajarkan pentingnya menghargai keberagaman dan perbedaan.
Bagi siswa sekolah menengah kejuruan, pemahaman tersebut menjadi semakin relevan karena mereka tidak hanya dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan, tetapi juga untuk memasuki dunia kerja dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan kebangsaan perlu dikaitkan dengan kehidupan nyata yang dekat dengan keseharian generasi muda, termasuk bagaimana menggunakan media sosial, menyikapi informasi, menyampaikan pendapat, menghargai perbedaan, serta mengambil bagian dalam kehidupan demokrasi.
Melalui kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, siswa diharapkan memperoleh ruang untuk memahami kembali nilai-nilai kebangsaan secara kontekstual dan membangun kesadaran bahwa kehidupan demokrasi bukan hanya berkaitan dengan pemilu atau aktivitas politik, tetapi juga tercermin dalam kebiasaan sehari-hari, seperti menghargai pendapat orang lain, menyelesaikan perbedaan secara dialogis, bertanggung jawab atas informasi yang dibagikan, serta berani berpartisipasi dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi dan diskusi bagi generasi muda untuk membangun karakter yang kritis, tidak mudah terprovokasi, terbuka terhadap perbedaan, serta memiliki kesadaran untuk berpartisipasi secara positif dalam kehidupan demokrasi di era digital.
Niluh Djelantik merinci sosialisasi di SMKN 1 Gianyar memiliki sejumlah tujuan, yakni meningkatkan pemahaman siswa mengenai nilai-nilai empat pilar kebangsaan dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari.
Kedua, menumbuhkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan demokrasi.
Ketiga, mendorong siswa untuk memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menerima, memahami, dan menyikapi berbagai informasi di era digital.
Keempat, meningkatkan kesadaran siswa untuk tidak bersikap apatis terhadap persoalan sosial dan kehidupan demokrasi di lingkungan sekitar.
Kelima, mendorong partisipasi generasi muda dalam kehidupan demokrasi secara positif, bertanggung jawab, dan sesuai dengan nilai-nilai kebangsaan.
Keenam, membangun sikap saling menghargai terhadap perbedaan pendapat, latar belakang, dan keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketujuh, meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya etika dan tanggung jawab dalam menggunakan media digital serta menyampaikan pendapat di ruang publik.
Tak sendiri, Niluh Djelantik didampingi oleh I Gusti Putu Artha, SP., M.Si sebagai narasumber dan dipandu Ni Putu Meliani, S.Pd,Gr, guru SMK Negeri 1 Gianyar selaku moderator.
Gusti Putu Artha menekankan beberapa poin dalam rangka membangun generasi muda yang kritis dan partisipatif dalam kehidupan demokrasi di era digital.
Pertama, makna menjadi generasi muda yang kritis dalam kehidupan demokrasi; Kedua, pentingnya memahami informasi sebelum mempercayai dan menyebarkannya; Ketiga, mengenali perbedaan fakta, opini, informasi, dan disinformasi di ruang digital; Keempat, pengaruh media sosial terhadap cara generasi muda memahami isu sosial dan kehidupan demokrasi; Kelima, etika menyampaikan pendapat dan berdiskusi di ruang digital; Keenam, pentingnya menghargai perbedaan pendapat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi; Ketujuh, mendorong generasi muda untuk tidak apatis dan berani berpartisipasi dalam berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah dan masyarakat; dan Kedelapan, peran generasi muda sebagai bagian dari masa depan demokrasi Indonesia.
“Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami bahwa nilai-nilai Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya merupakan bagian dari pengetahuan kebangsaan, tetapi juga memiliki relevansi langsung dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diharapkan mampu mengembangkan sikap kritis dalam menyikapi informasi, menghargai perbedaan, menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab, serta memiliki keberanian untuk berpartisipasi dalam kehidupan demokrasi,” harap Niluh Djelantik.
Ia menggarisbawahi bahwa generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi dan penerima informasi, tetapi juga mampu menjadi warga negara yang kritis, partisipatif, bertanggung jawab, dan berpegang pada nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan. (bp/ken)










