Informasi: Rubrik Sastra Balipolitika menerima kiriman puisi, cerpen, esai, dan ulasan seni rupa. Karya terpilih (puisi) akan dibukukan tiap tahun. Kirim karya Anda ke [email protected].

Peristiwa

Atlet Binaraga Bali, Ketut Suparta Meninggal Dunia

LAKALANTAS: Sosok murah senyum yang juga atlet binaraga Bali asal Buleleng, Ketut Suparta semasa hidup. Sang atlet terlibat laka lantas tunggal di Jalan Raya Puputan, Minggu 5 September 2023 dini hari hingga mengembuskan nafas terakhir.

 

DENPASAR, Balipolitika.com– Berita duka datang dari dunia olahraga Pulau Dewata. Atlet binaraga Bali asal Buleleng, Ketut Suparta (28 tahun) meninggal dunia.

Pria asal Lingkungan Tegal Mawar, Banjar Bali, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng itu mengembuskan nafas terakhir karena terlibat kecelakaan tunggal di Jalan Raya Puputan, tepatnya di depan Bruno Allday Cafe pada Minggu, 5 September 2023 sekitar pukul 00.30 dini hari.

Korban Ketut Suparta yang sehari-hari bekerja di salah satu hotel di Denpasar sembari intens menjaga bentuk tubuhnya sebagai seorang atlet binaraga menabrak pohon perindang di sisi selatan jalan tempat kejadian perkara hingga menderita luka parah.

Tak sendiri, saat insiden lakalantas terjadi, sang atlet yang turun di kelas 65 kg itu membonceng rekannya yakni, Bima Fajar Alhayyu (38 tahun). Maut tak bisa diterka, Bima Fajar Alhayyu pun dinyatakan meninggal dunia.

Dikonfirmasi terkait insiden lakalantas ini, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengatakan peristiwa naas ini bermula saat korban Ketut Suparta yang membonceng Bima Fajar Alhayyu mengendarai Yamaha NMax DK 5474 UUD melintas dari arah timur menuju ke barat dengan kecepatan tinggi.

Setibanya di TKP,  korban Ketut Suparta kehilangan keseimbangan kemudian oleng ke kiri.

“Saat itu langsung menabrak pohon perindang yang ada di sisi selatan jalan. Kerasnya benturan mengakibatkan keduanya meninggal dunia,” papar AKP I Ketut Sukadi, Minggu, 5 November 2023.

Dijelaskan AKP I Ketut Sukadi, korban Ketut Suparta mengalami cidera kepala berat dan lecet pada dahi serta meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara korban Bima Fajar Alhayyu menderita lebam pada mata, keluar darah dari hidung, dan meninggal dunia di RS Bros.

“Dua korban diduga kurang hati-hati dalam berkendara,” tutup AKP I Ketut Sukadi. (sat/bp)

Berita Terkait

Back to top button

Konten dilindungi!