PRESIDEN PRABOWO SUBIANTO bertemu dengan Raja Charles III di Istana Buckingham pada Kamis, 21 November 2024. Berlanjut pertemuan Rabu pagi, 21 Januari 2026 di Lancaster House, London, Inggris, membahas hal strategis yang berfokus penuh pada penguatan diplomasi lingkungan global dan komitmen pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati antara kedua negara.
Tindak lanjut pertemuan pertama tersebut adalah Pemerintah Inggris mengundang delegasi tingkat tinggi Indonesia, ke London Climate Action Week (LCAW) 2025. Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, bertemu dengan Yang Mulia Raja Charles III untuk membahas agenda keanekaragaman hayati Indonesia dalam resepsi di Lancaster House, London, pada 25 Juni 2025 sebagai bagian dari London Climate Action Week.
Tanggal 22–26 Juni 2026 kembali delegasi Indonesia kembali diundang dan hadir dalam perhelatan London Climate Action Week (LCAW) 2026, dengan intensitas diplomasi yang jauh lebih matang. Menteri Lingkungan Hidup Indonesia yang baru, Moh. Jumhur Hidayat, diundang dalam agenda Super-pollutant High-level Reception di Istana St. James, London, dihadiri Raja Charles III.
Selain mengundang Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Moh. Jumhur Hidayat, panitia juga mengundang Gubernur Bali untuk hadir dalam pertemuan terbatas lain karena Bali menjadi perhatian dunia karena persoalan sampah, diharapkan dari pertemuan ini menghasilkan rumusan solusi konkret dalam mengatasi darurat sampah yang saat ini mengancam kelestarian lingkungan dan industri pariwisata Bali.
Dalam serangkaian pertemuan tersebut, rombongan Kementerian Lingkungan Hidup dan rombongan Gubernur Bali diundang meninjau langsung operasional BIFFA, perusahaan pengelola dan daur ulang limbah terbesar di Inggris. Kunjungan ini memberikan wawasan mendalam mengenai pemanfaatan teknologi canggih untuk mengubah sampah menjadi sumber daya ekonomi, serta mematangkan adopsi kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR) yang mewajibkan produsen bertanggung jawab atas limbah kemasan mereka.
Selain sektor limbah dan sampah, kemitraan strategis Indonesia dan Inggris ini mencakup program Future Cities Infrastructure Programme (FCIP) dan UK Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hijau, tata kelola lingkungan, dan penanggulangan polusi plastik di perairan darat maupunons (UK PACT) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur hijau, tata kelola lingkungan, dan penanggulangan polusi plastik di perairan darat maupun laut Indonesia. (***)










