BULELENG, Balipolitika.com– Olahraga kontak fisik asal India yang dimainkan oleh dua tim masing-masing terdiri dari 7 pemain, yakni kabaddi mengantarkan Ni Luh Happy Restia Dewi mengharumkan nama Indonesia di Asia Tenggara.
Terakhir, atlet kabaddi berusia 22 tahun asal Banjar Dinas Bingin, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng itu tampil di ajang SEA Games 2025 yang digelar di Negeri Gajah Putih, Thailand, Bangkok.
Selain menjadi atlet, Happy juga merupakan mahasiswa aktif semester 8 Program Studi S1 Pendidikan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha.
Happy mulai mengenal olahraga kabaddi sejak duduk di bangku SMP kelas VII setelah mendapat tawaran dari gurunya untuk mencoba cabang olahraga tersebut.
Sejak saat itu, Happy merasa nyaman dan mulai serius menekuninya hingga mengikuti berbagai kejuaraan.
Berbagai prestasi ditorehkan Happy sebelum tampil di SEA Games 2025, di antaranya Juara 1 Porprov Bali 2019, Juara 1 Ekshibisi PON Papua nomor Freestyle Putri tahun 2021, Juara 1 Porprov Bali nomor Super Five Putri dan Freestyle Putri tahun 2022, Juara 3 Thailand Open Beach Kabaddi 2022, serta Juara 1 Kejohanan Wanita U-20 Malaysia pada tahun 2023.
Deretan prestasi tersebut menjadi bukti konsistensinya dalam mengembangkan kemampuan di cabang olahraga kabaddi.
Dalam perjalanannya, Happy mengaku banyak mendapatkan dukungan dari orang tua, pelatih, teman, dan kerabat.
Menurutnya, motivasi dari pelatih saat latihan menjadi salah satu hal yang paling berkesan dan membantu dirinya bangkit ketika mengalami penurunan performa.
Happy mengatakan bahwa tantangan terbesar yang pernah dihadapi adalah cedera ACL (Anterior Cruciate Ligament) pada tahun 2023 yang mengharuskannya menjalani operasi dan berhenti berlatih selama lebih dari satu tahun.
Kondisi tersebut membuatnya harus melewatkan beberapa kompetisi yang sebelumnya sudah dipersiapkan.
Bahkan saat menjalani perkuliahan tatap muka, ia harus menggunakan tongkat dan meminta bantuan orang tua untuk beraktivitas.
“Saat itu saya harus menerima keadaan dan fokus menjalani proses pemulihan,” kata Happy.
Dari pengalaman tersebut, Happy belajar untuk menerima keadaan dan tetap berusaha bangkit.
Setelah berhasil pulih, Happy kembali fokus berlatih dan akhirnya memperoleh kesempatan untuk mewakili Indonesia pada SEA Games 2025 di Thailand.
Ia mengaku merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur karena dapat mewakili Indonesia di ajang olahraga terbesar di kawasan Asia Tenggara.
Baginya kesempatan tersebut menjadi pencapaian yang sangat berarti setelah melewati masa-masa sulit akibat cedera.
Menurut Happy, dukungan dari orang tua, pelatih, teman, dan kerabat menjadi faktor penting yang membantunya bertahan hingga saat ini.
Ke depan, ia berharap masih dapat mengikuti berbagai kejuaraan yang lebih besar serta menyelesaikan pendidikannya dengan baik.
Kepada generasi muda, khususnya para atlet, Happy berpesan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai rintangan.
Ia menegaskan bahwa setiap masalah pasti memiliki jalan keluar.
“Jangan menyerah! Apa pun rintangannya, pasti ada jalan keluar dan jangan bermalas-malasan. Jika kita mengikuti rasa malas, kita akan tertinggal karena di saat kita diam, orang lain terus berlatih dan berkembang,” pesannya. (bp/Ni Putu Putri Widiyani/4A/Basindo/Undiksha)













