BANDUNG, Balipolitika.com– Atlet KKI Bali yang tergabung dalam Tim Pengurus Pusat (PP) KKI berhasil merebut tiga medali dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pengurus Besar (PB) Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI) di Bandung 9-12 Mei 2026.
Dari tujuh atlet KKI Bali yang tampil, tiga orang sukses naik podium sehingga capaian ini dinilai cukup baik sebagaimana disampaikan Ketua Umum Pengprov KKI Bali, I Wayan “Gendo” Suardana, Rabu, 13 Mei 2026.
Gendo merinci, 3 atlet KKI Bali yang meraih medali tersebut terdiri atas I Gede Arya Puja Adnyana menyabet emas Kumite U-21 +84 Kg putra, I Gusti Agung Brahmantra Gayath Warsantha meraih perak Kumite U-21 -84 Kg Putra dan Ni Ketut Tasya Maharani Putri meraih perunggu Kumite -54 Kg cadet putri.
“Dari tujuh atlet yang berkontribusi di Tim PP KKI, tiga diantaranya menyumbang medali 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Hasil ini patut kita syukuri,” tegasnya.
Gendo bahkan menyebut perolehan 3 keping medali itu di luar dugaan, bahkan dinilai merupakan kejutan, khususnya oleh Ketut Tasya.
“Tasya itu di luar dugaan. Dia itu sebenarnya atlet pelapis yang memang tidak diunggulkan dalam tim. Akan tetapi di Seleknas KKI dia bisa meraih emas. Lalu di Kejurnas dia bisa meraih perunggu. Itu suatu kejutan karena Tasya awalnya kan tergolong di grade B,” ungkap Gendo.
Gendo yang berprofesi sebagai advokat menambahkan walaupun tiga keping medali tersebut cukup baik, namun ia mendorong evaluasi menyeluruh dalam rangka meningkatkan prestasi atlet.
Upaya ini akan diwujudkan antara lain melalui training centre (TC) jangka panjang.
“Sepulang mereka dari kejurnas, untuk atlet kami izinkan istirahat dan recovery dulu. Lalu kami akan minta tim Binpres KKI Bali untuk melakukan evaluasi menyeluruh dimulai dari proses seleknas, hingga Kejurnas. Ada juga dua pelatih KKI Bali yang masuk Tim Nasional, yakni Sensei Putu Chrish Budi Setiawan dan Sensei Aditya Putra Thama sebab mereka yang cukup paham terkait progress atlet dari seleknas hingga kejurnas,” beber Gendo. (bp/ken)









