INTERNASIONAL, Balipolitika.com – Selat Hormuz adalah jalur laut penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman, dan merupakan salah satu jalur pengiriman minyak terbesar di dunia.
Jika Selat Hormuz tutup, dampaknya bisa sangat signifikan bahkan bagi Indonesia. Penutupan Selat Hormuz bisa menyebabkan kekurangan pasokan minyak global, yang bisa meningkatkan harga minyak secara drastis.
Penutupan Selat Hormuz bisa mengganggu pengiriman barang dan komoditas, termasuk minyak, gas, dan bahan kimia, yang bisa berdampak pada ekonomi global.
Penutupan Selat Hormuz bisa menyebabkan krisis energi di beberapa negara, terutama di Asia dan Eropa, yang sangat bergantung pada impor minyak dari Teluk Persia.
Penutupan Selat Hormuz bisa menyebabkan kerugian ekonomi global yang signifikan, perkiraan mencapai ratusan miliar dolar.
Penutupan Selat Hormuz bisa meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan, terutama antara Iran dan negara-negara Barat.
Indonesia juga bisa terkena dampak, terutama dalam hal kenaikan harga minyak dan gangguan rantai pasok. Namun, bahwa dampaknya bisa berbeda-beda tergantung pada situasi dan respons dari negara-negara terkait.
Namun kenaikan BBM, khususnya yang subsidi tentu akan mencekik masyarakat Indonesia, khususnya kelas menengah. (BP/OKA)






