DENPASAR, Balipolitika.com– Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto, Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Dr. Ketut Sumedana, S.H., M.H., Danrem 163 Wirasatya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, Kabinda Bali, Danlanal, dan Danlanud menerima pengelola aplikasi dan koordinator driver ojol sebanyak 12 orang di Jaya Sabha, Sabtu, 30 Agustus 2025 pukul 23.30 Wita.
Mereka diterima secara kekeluargaan dan penuh keakraban setelah melakukan demonstrasi bersama komponen masyarakat di depan Mapolda Bali.
Sejumlah poin penting disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster dalam pertemuan tengah malam tersebut.
Pertama, Koster dengan serius mendengarkan aspirasi yg disampaikan,serta memberi respons positif atas aspirasinya,dengan penuh kesabaran.
Kedua, Koster menyampaikan sangat menghormati dan beterimakasih telah hadir bisa bertemu serta memahami aksi solidaritas atas kejadian yang menimpa driver ojol yang menjadi korban jiwa di Jakarta.
Ketiga, Koster menyampaikan demo menyampaikan aspirasi sangat boleh, tetapi jangan anarkis, jangan terprovokasi karena ada penyusup yang punya tujuan berbeda membuat Bali tidak aman.
Keempat, dilaporkan bahwa sebagian peserta demo yang anarkis adalah bukan warga KTP Bali, tetapi didatangkan dari luar Bali.
Kelima, Koster juga menyampaikan pentingnya secara bersama sama menjaga Bali agar aman dan kondusif sehingga tidak mengganggu pariwisata dan perekonomian Bali yang baru pulih dan bangkit setelah terdampak Covid-19 selama 3 tahun.
Keenam, Koster meminta agar tidak lagi melakukan demo dan segera memberitahu para driver ojol yang terdaftar di aplikasi sebanyak 12.000 driver.
Ketujuh, kordinator driver ojol sepakat dan berjanji tidak akan demo lagi agar Bali aman dan kondusif sehingga bisa beraktivitas lagi mencari penghasilan untuk kehidupan keluarganya dan berterima kasih kepada Gubernur Bali, Wayan Koster sudah menerima mereka dengan sabar dan humanis. (bp/ken)













