INTERNASIONAL, Balipolitika.com – Seorang wisatawan wanita yang sedang bermain ski di Wilayah Otonomi Xinjiang, China dapat serangan seekor macan tutul salju (snow leopard). Saat pulang menuju hotel pada 23 Januari 2026.
Insiden jarang terjadi ini terjadi di daerah Talat, Koktokay Township, Kabupaten Fuyun, dekat perbatasan China–Mongolia setelah korban turun dari kendaraannya untuk mendekati hewan tersebut demi mengambil foto.
Akibat serangan itu, wajahnya mengalami luka serius dan dia segera terbawa ke rumah sakit setempat, di mana kondisinya stabil setelah perawatan.
Laporannya bahwa beberapa pengunjung dan pemandu, telah memperingatkan korban untuk tidak mendekat, tetapi ia tetap merapat hingga sekitar 3 meter dari macan tutul salju yang terkenal sangat pemalu dan cenderung menghindari manusia.
Hewan itu kemudian menyerang dan menggigit wajahnya, namun akhirnya pergi setelah seorang instruktur ski menggunakan tongkat ski untuk mengusirnya, sehingga korban bisa terbawa ke tempat aman oleh saksi mata di lokasi.
Pihak berwenang lokal telah meningkatkan patroli, dan upaya pengamanan di kawasan wisata tersebut dan memperbarui imbauan agar wisatawan tidak mendekati atau memotret satwa liar dari jarak dekat demi keselamatan diri.
Serangan semacam ini sangat jarang terjadi, karena macan tutul salju umumnya bersifat soliter dan tidak agresif terhadap manusia, sehingga kejadian ini menjadi peringatan penting bagi para pengunjung aktivitas di kawasan pegunungan bersalju. (BP/OKA)












