BADUNG, Balipolitika.com– Dianugerahi pemandangan indah, pantai-pantai menawan dengan hiasan tebing menjulang, ketenteraman warga Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Provinsi Bali kini terusik.
Dalam sebulan terakhir, mulai dari Desember 2025 hingga pertengahan Januari 2026, warga setempat disibukkan dengan berita kehilangan kilometer PDAM atau meteran air (water meter) yang berfungsi sebagai alat ukur air dari PDAM ke pelanggan.
Tak cuma satu Tempat Kejadian Perkara (TKP), melainkan mencapai belasan lokasi kemalingan.
Kondisi ini diperparah karena komplotan maling juga mengacak-ngajak bangunan suci pura di wilayah Desa Ungasan dan sekitarnya untuk menggasak pis bolong alias uang kepeng.
Sama seperti kasus kilometer PDAM, jumlah Pratima Pis Bolong yang disikat kawanan maling ini juga terjadi di sejumlah TKP sehingga sangat meresahkan warga.
Kabar serbuan maling ke wilayah Desa Ungasan ini dibenarkan oleh Bendesa Adat Ungasan yang juga Wakil Ketua 1 DPRD Provinsi Bali, I Wayan Disel Astawa, Jumat, 16 Januari 2026.
“Kilometer PDAM banyak yang hilang dicuri di wilayah Desa Ungasan. Kami sudah sampaikan kepada Dirut PDAM Badung dan mereka siap mengganti kilometer PDAM warga yang hilang. Namun, masalahnya bukan sekadar barang yang hilang. Kondisi ini benar-benar membuat warga kami resah karena terjadi di banyak titik. Mohon dengan sangat aparat penegak hukum (APH) untuk segera menangkap kawanan maling ini,” harap I Wayan Disel Astawa.
Khusus pratima yang dicuri, Bendesa Adat Ungasan merinci sejauh ini terjadi di 6 pura paibon setempat.
“Yang disasar pratima dibalut pis bolong asli yang kini harganya mahal. TKP pratima hilang sementara di 6 pura paibon di wilayah Desa Ungasan. Kondisi ini benar-benar membuat krama kami resah. Lebih-lebih yang dicuri adalah Pratima Ida Bhatara Sri Sedana. Kejadian ini mulai terjadi sejak Desember 2025 dan sekarang di bulan Januari 2026 semakin marak. Informasinya tak hanya di Desa Ungasan, namun juga menyebar hingga Desa Pecatu, dan sekitarnya. Semoga para pelaku sesegera mungkin ditangkap aparat,” tandas I Wayan Disel Astawa. (bp/ken)













