DENPASAR, Balipolitika.com- Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) menyelenggarakan kegiatan pelatihan penanganan pertama cedera anak sekolah bagi guru dan tenaga pendidik di TK Bali Public School (BPS), Denpasar Timur.
Kegiatan ini merupakan implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia yang mendorong peran aktif perguruan tinggi dalam peningkatan kualitas kesehatan dan keselamatan di lingkungan pendidikan.
Program ini juga mendukung penguatan sekolah sebagai lingkungan yang aman dan ramah anak.
Ketua Tim PKM FKIK Unwar, dr. Ni Made Puspa Dewi Astawa, Sp.OT, menyampaikan bahwa anak usia PAUD dan TK memiliki risiko tinggi mengalami cedera akibat aktivitas fisik yang intens serta keterbatasan kemampuan mengenali bahaya.
Oleh karena itu, guru sebagai pihak terdekat dengan anak di sekolah perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar pertolongan pertama.
“Penanganan awal yang tepat dapat mencegah cedera ringan berkembang menjadi kondisi yang lebih berat serta mengurangi risiko komplikasi,” jelasnya.
Materi pelatihan mencakup latar belakang pentingnya pencegahan dan penanganan cedera di sekolah, pengenalan jenis-jenis cedera yang sering terjadi pada anak sekolah, seperti luka lecet, luka robek ringan, memar, terkilir, serta cedera akibat jatuh, benda tajam, atau panas.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai prinsip dasar pertolongan pertama, termasuk perawatan luka, teknik pembalutan, penggunaan perban elastis, pemasangan bidai sederhana, serta pemanfaatan alat dan bahan yang tersedia di lingkungan sekolah.
Pelatihan dilaksanakan dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik langsung (hands on training).
Sebanyak 14 orang guru dan tenaga pendidik mengikuti kegiatan pelatihan yang diharapkan dapat menjadi media efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan guru dalam menghadapi kejadian cedera di sekolah.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, Tim PKM FKIK Universitas Warmadewa menyerahkan bantuan kotak P3K dan alat kesehatan kepada pihak sekolah.
Monitoring pascakegiatan dilakukan untuk memastikan penerapan materi pelatihan di lingkungan sekolah.
Tim pengabdian berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan diperluas ke sekolah-sekolah lain, sehingga semakin banyak guru yang memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama dan mampu memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak di lingkungan pendidikan.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) dan SDG 12 (Responsible Consumption and Production).
Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah semakin siap menjadi lingkungan belajar yang aman, sehat, dan responsif terhadap kondisi darurat ringan pada anak.
“Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa secara aktif melaksanakan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan dan kesehatan,” ungkap dr. Ni Made Puspa Dewi Astawa, Sp.OT. (bp/ken)













