JAKARTA, Balipolitika.com– Pasar ponsel pintar kelas bawah atau entry-level di Indonesia kembali kedatangan penantang baru melalui peluncuran OPPO A6. Perangkat ini cukup menarik perhatian karena menawarkan spesifikasi teknis yang melampaui standar harga ponsel sejutaan. OPPO terlihat mulai serius menggarap segmen ini dengan menyematkan komponen yang biasanya hadir di kelas menengah.
“OPPO A6 kali ini rasanya berbeda karena mereka sangat niat menyematkan teknologi memori UFS 2.2 yang biasanya ada di ponsel mahal,” ujar David, narrator dari kanal GadgetIn.
Harga OPPO A6 yang berada di angka Rp 1,599 juta menjadi daya tarik utama bagi para calon pembeli. Kejutan terbesar terletak pada penggunaan teknologi penyimpanan internal tipe UFS 2.2 yang sangat kencang. Teknologi ini mampu memproses data dua hingga tiga kali lebih cepat daripada tipe memori eMMC standar.
“Penyimpanan UFS 2.2 membuat proses memuat aplikasi dan data menjadi jauh lebih responsif daripada ponsel sekelasnya di pasaran,” jelas David secara lugas.
Sektor dapur pacu ponsel ini mengandalkan chipset Snapdragon 685 yang masih sangat lazim pada ponsel dua jutaan. Pengguna akan merasakan pengalaman antarmuka yang mulus berkat dukungan panel layar LCD seluas 6,75 inci. Layar tersebut telah mendukung refresh rate 120Hz yang memberikan pergerakan gambar sangat halus dan nyaman.
“Fitur layar 120Hz di harga sejutaan adalah anomali yang menyenangkan karena memberikan kesan pemakaian ponsel yang sangat premium,” tambahnya.
Kualitas visual tetap terjaga meskipun berada di bawah terik matahari berkat tingkat kecerahan mencapai 1.125 nits. Kapasitas baterainya pun tergolong sangat besar karena mencapai 6.500 mAh yang mampu bertahan seharian penuh. Menariknya, ponsel ini mendukung fitur reverse wired charging untuk mengisi daya perangkat atau gawai milik teman.
“Baterai 6.500 mAh ini benar-benar badak karena hanya berkurang tiga persen saat saya pakai bermain game selama setengah jam,” ungkapnya.
OPPO A6 hadir dengan desain bodi polikarbonat bermotif kelopak bunga yang cantik pada varian warna Violet Purple. Ketangguhan perangkat ini juga sudah teruji dengan adanya sertifikasi IP64 yang tahan terhadap debu dan percikan air. Meski demikian, kecepatan pengisian daya ponsel ini masih terbatas pada daya 15W yang memakan waktu lama.
“Waktu pengisian daya mencapai dua jam lebih adalah konsekuensi dari baterai besar yang hanya didukung oleh pengisian daya lambat,” katanya.
Sektor fotografi ponsel ini hanya mengandalkan kamera belakang beresolusi 13MP dengan kualitas gambar yang cenderung sangat standar. Pengguna juga tidak akan menemukan fitur NFC serta sensor Gyroscope fisik pada perangkat lunak ponsel pintar ini. Namun, layanan purna jual OPPO yang luas tetap menjadi nilai tambah yang sangat kuat bagi konsumen.
“Kamera ponsel ini hanya bisa Anda andalkan untuk dokumentasi suasana sehari-hari saja tanpa bisa mengharapkan hasil foto yang estetik,” tegas David.
Varian memori 4/64 GB dan 4/128 GB sangat direkomendasikan karena memberikan nilai manfaat paling maksimal di kelasnya. Konsumen sebaiknya menghindari varian RAM 6 GB karena harganya sudah tidak kompetitif lagi dengan ponsel merek lain. OPPO A6 membuktikan bahwa ponsel murah tetap bisa memberikan performa yang kencang tanpa sekadar menjual nama besar.
“Saran saya ambillah varian RAM 4 GB karena di atas harga dua juta rupiah spesifikasi ponsel ini mulai kehilangan taringnya,” tutupnya. (BP/CHA).













